Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Karolin Tambah Subsidi, Beras & Minyak Goreng Kini Lebih Murah

Arief Nugroho • Sabtu, 13 September 2025 | 13:08 WIB

 

GPM : Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) di Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.
GPM : Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) di Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.

PONTIANAK POST - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa berinisiatif menurunkan harga dengan menambah subsidi pada komoditas beras dan minyak goreng yang dijual pada Gerakan Pangan Murah (GPM).

Itu dilakukan pada GPM yang dilaksanakan di halaman Kantor Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, Kamis (11/9/) pagi, yang sehari sebelumnya dilaksanakan di halaman Kantor Desa Mandor, Kecamatan Mandor.

“Tadi diskusi dengan kepala dinas, saya minta turun lagi harganya, itu beras bisa turun Rp 3.000 kita akan jual harganya Rp 57 ribu. Minyakita kita turunkan Rp 500 jadi Rp 14.500, kalau gula mohon maaf sudah tidak bisa karena sudah pas,” tutur Bupati Karolin di hadapan warga yang mengantre.

Beras SPHP kemasan 5 kg sebelumnya dijual seharga Rp 60 ribu, sementara harga minyak goreng kemasan 1 liter sebelumnya dijual Rp 15 ribu dan harga gula pasir kemasan 1 kg dijual Rp 17.500,-. Total sebanyak 2,750 ton beras disiapkan, termasuk 750 liter minyak goreng dan 201 kg gula pasir.

Dia berharap kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi daerah dan stabilisasi pasokan harga pangan itu bisa membantu masyarakat. Dalam penyediaan pangan murah berupa beras, minyak goreng dan gula pasir itu turut dihadiri perwakilan Forkopimda, Kadis Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan, Sahbirin, Camat Ngabang, Yully Nomensen termasuk jajaran perangkat Desa Amboyo Utara.

Karolin menyebut upaya itu dilakukan agar harga bahan pokok bisa terjangkau dan mencegah kenaikan harga di pasaran.  Menurutnya dengan penyediaan harga bahan pokok murah tersebut bisa mempengaruhi harga-harga di toko-toko maupun warung. Subsidi yang dilakukan dengan menggunakan APBD Kabupaten Landak, sehingga harga komoditas yang disiapkan bisa lebih murah dari harga di pasaran.

“Kami berkeliling ke desa-desa di Kabupaten Landak, kalau memang situasi harga barang-barang terus naik dan turun maka kami akan terus berusaha untuk melakukan operasi pasar atau gerakan pangan murah seperti hari ini,” jelasnya.

Pembelian oleh warga juga tetap dibatasi agar jangkauan distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan bisa tercapai dan untuk megantisipasi potensi penyalahgunaan oleh pihak-pihak tertentu untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan, Sahbirin, menyampaikan GPM tersebut direncanakan dilakukan pada 32 titik pada 13 kecamatan yang ada.

“Kita sudah rencanakan itu sampai nanti akhir Desember 2025,” katanya  dan menyampaikan terimakasihnya atas tindakan menambah subsidi oleh bupati sehingga harga beras dan minyak goreng yang disediakan bisa lebih murah. (arf)

Editor : Hanif
#bantu masyarakat #bupati landak #tekan inflasi #harga beras #gpm #subsidi #karolin margret natasa