PONTIANAK POST - Puskesmas Ngabang menggelar pengecekan kesehatan gratis di sekolah. Salah satunya yang mendapatkan fasilitas itu murid di SDN 01 Ngabang, Kabupaten Landak, Rabu (24/9). Dalam pemeriksaan yang dilaksanakan di salah satu ruangan tersebut, diikuti siswa yang dengan tertib menunggu giliran yang dilakukan per kelas.
Pemeriksaan diawali dengan cek tekanan darah, cek gigi dan telinga, dilanjutkan dengan berat dan tinggi badan, hingga tes mata.
Sementara pengecekan kebugaran siswa dilakukan di halaman sekolah. Pengelola Program UKS Puskesmas Ngabang Ns. Tikha Sugiarti, S.Kep, mengatakan bahwa skrining yang dilakukan pada siswa dari kelas I sampai kelas VI tersebut menyasar sekitar 426 siswa.
“Pemeriksaan dilakukan dengan dua metode, pemeriksaan langsung dan tidak langsung,” ucap Tikha.
Selain pemeriksaan langsung yang dilakukan tersebut, Puskesmas Ngabang sebelumnya juga telah menyebar kuesioner kepada orang tua siswa.
Dari hasil data kuesioner tersebut, Puskesmas melakukan penapisan faktor risiko penyakit pada anak.
“Jadi misalnya kami temukan adanya faktor-faktor risiko penyakit pada anak, maka akan disampaikan kepada orang tua untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke puskesmas,” jelasnya.
Selain itu, data pemeriksaan yang ditemukan juga turut disampaikan kepada pihak sekolah seperti gigi berlubang, plak pada gigi maupun potensi gangguan kesehatan. Termasuk langsung memberikan edukasi kepada para anak terkait pola makan serta kebersihan.
“Jadi tidak hanya laporan kepada orang tua, tapi kami sambil melakukan edukasi kepada anak-anak,” imbuhnya.
Untuk Puskesmas Ngabang, dalam program CKG ini mencakup total 62 sekolah mulai tingkat SD/sederajat hingga SMA/sederajat, dengan total data 14.969 murid.
Sejak mulai dilakukan pada 21 Agustus lalu hingga 24 September, program CKG di Kecamatan Ngabang telah dilaksanakan pada 26 sekolah baik SD hingga SMA.
Terkait pelaksanaan program CKG ini, Kepala SDN 01 Ngabang, Verdiana Eda, menyebut pihak sekolah mengapresiasi program pemerintah pusat ini.
“Kami sangat mendukung, kami sangat apresiasi. Karena kami merasa ini langkah dimana kesehatan yang diidentifikasi lebih awal, serta faktor risiko pada anak bisa dideteksi sejak awal,” ucapnya.
Dengan bisa dideteksi sejak dini, maka orang tua serta sekolah bisa mengambil langkah dini untuk mengatasi risiko kesehatan pada anak.
Dia memastikan, sekolah juga siap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan ini.
“Kami akan berkoordinasi dengan petugas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit,” katanya. (arf)
Editor : Hanif