PONTIANAK POST – Suasana hangat namun penuh perhatian terasa di Cafe Jahe, Dusun Pulau Bendu, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Jumat (26/9). Polres Landak menggelar program Jumat Curhat, wadah dialog antara aparat kepolisian dan masyarakat untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta saran demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, memimpin langsung kegiatan didampingi Wakapolres Kompol Syaiful Bahri dan jajaran pejabat utama Polres Landak. Sejumlah tokoh masyarakat hadir, antara lain Kades Hilir Tengah Donatus Budi Nagal, Kades Amboyo Inti Sugito, Timanggong Binua Pantu Seratus Amat, Ketua Banser NU Landak Ust. Robi, dan Ketua Forum Pemuda Dayak Landak (FPDL) Otoh.
Devi menjelaskan, Jumat Curhat merupakan instruksi Kapolri untuk menjadikan Polri lebih dekat dengan masyarakat. “Kami berharap komunikasi aktif ini membuat kehadiran Polri benar-benar dirasakan, sehingga situasi kamtibmas di Landak tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.
Dalam dialog, sejumlah persoalan krusial mencuat. Kades Hilir Tengah, Donatus Budi Nagal, menyoroti maraknya peredaran narkoba, keresahan akibat knalpot brong, serta perlunya penertiban jam operasional kafe, bengkel, tempat hiburan, dan kos-kosan. “Kami berharap Polres Landak tidak hanya berhenti pada dialog, tetapi menindaklanjuti agar citra kepolisian semakin baik di mata masyarakat,” tegasnya.
Ketua Banser NU Landak, Robi, mengapresiasi kinerja Polres sekaligus meminta patroli malam ditingkatkan. Ia mendukung penindakan tegas terhadap knalpot brong yang dinilai sangat mengganggu warga.
Tokoh adat, Timanggong Amat, menekankan sinergi hukum adat dan hukum negara.
“Tujuan hukum adat sama dengan hukum negara, yaitu memberi efek jera dan memperbaiki kehidupan. Kami siap mendukung kepolisian menjaga kerukunan di Landak,” ujarnya.
Sementara Ketua FPDL, Otoh, meminta perhatian khusus terhadap kasus pencurian sawit yang melibatkan pelajar dan berharap kuota penerimaan Polri untuk putra-putri daerah ditambah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Devi menegaskan Polres Landak siap menindaklanjuti keluhan warga. Patroli penertiban balap liar dan knalpot brong, kata dia, rutin dilakukan, dan peran orang tua sangat penting untuk mencegah perilaku negatif anak-anak. “Mari kita sama-sama menjaga anak-anak agar tidak terlibat narkoba. Perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan polisi, tetapi memerlukan peran semua pihak,” tegasnya.
Terkait penerimaan Polri, Devi memastikan sistem seleksi nasional berlangsung transparan sesuai ketentuan Mabes Polri. Untuk kasus pencurian sawit oleh pelajar, Polres mengedepankan mediasi dan penangguhan penahanan sesuai aturan. Di akhir kegiatan, Devi mengajak semua elemen masyarakat bersinergi menjaga ketertiban. “Kami mohon dukungan semua pihak agar Kabupaten Landak senantiasa aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya. (arf)
Editor : Hanif