PONTIANAK POST - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, mencatat, ada puluhan siswa baik SD dan SMP putus sekolah selama tahun 2023 dan 2024. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Samsul Bahri mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, angka putus sekolah tingkat SD tahun 2023 sebanyak 32 siswa dan tahun 2024 sebanyak 18 siswa. Sementara untuk tingkat SMP 35 siswa di tahun 2023 dan 24 siswa di tahun 2024.
"Saat ini untuk data kita tahun 2025 belum final berapa kondisi putus sekolah, karena kondisi sekolah masih sedang berjalan. Ada beberapa yang sudah lapor dan ada juga yang sudah lapor, masih kita finalkan," ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Samsul Bahri, belum lama ini.
Dikatakan Samsul, kondisi anak putus sekolah tersebut dikarenakan beberapa faktor diantaranya karena faktor ekonomi orang tua, jarak sekolah yang jauh dan pengaruh lain termasuk karena anak usia sekolah yang lebih tertarik untuk bekerja serta karena kondisi tidak naik kelas.
Berbagai upaya menurutnya dilakukan untuk menekan agar anak-anak tidak putus sekolah, mulai dari mendekatkan pembangunan sekolah hingga ke kampung-kampung terutama upaya pembangunan SMP di daerah yang belum ada SMP agar jarak siswa bersekolah bisa lebih dekat.
"Sama juga untuk SD, juga dengan melaksanakan pembangunan SD mini yang lebih mendekatkan dengan tempat masyarakat supaya bisa bersekolah," tuturnya.
Selain itu upaya sosialisasi juga terus dilakukan oleh para guru kepada para orang tua yang dengan kondisi ekonomi mampu, namun anaknya enggan untuk sekolah agar mau untuk bersekolah. Sehingga angka anak putus sekolah bisa berkurang dan semua anak-anak bisa bersekolah.
Anak-anak yang putus sekolah juga dikatakannya akan berpengaruh pada Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK). (arf)
Editor : Hanif