Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Empat Lahan Warga Terbakar di Ngabang, Medan Terjal Hambat Pemadaman

Miftahul Khair • Senin, 2 Februari 2026 | 15:17 WIB
PEMADAMAN: Tim gabungan berupaya memadamkan api di lahan warga.
PEMADAMAN: Tim gabungan berupaya memadamkan api di lahan warga.

PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Landak. Peristiwa ini menghanguskan lahan milik empat warga di beberapa titik Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang, Kalimantan Barat, Jumat (30/1) siang.

Upaya penanganan langsung dilakukan oleh Pamapta III Polres Landak yang dipimpin Ipda Randi Tri Nanda, bersama personel piket fungsi, unsur TNI, Damkar Pemda Kabupaten Landak, Pemadam Yayasan Bhakti Suci Ngabang, serta masyarakat setempat. Namun hingga sore hari, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan lantaran medan yang cukup terjal dan sulit dijangkau. Proses pendinginan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Respons cepat ditunjukkan Pamapta III Polres Landak setelah menerima laporan warga sekitar pukul 13.30 WIB. Tim gabungan langsung bergerak ke lokasi kebakaran yang berada tak jauh dari kawasan rumah dinas Wakil Bupati Landak.

Ipda Randi Tri Nanda menjelaskan, api awalnya muncul dari titik kecil sebelum akhirnya menyebar cepat ke beberapa lokasi lain. Kondisi lahan yang kering, angin kencang, serta minimnya sumber air menjadi faktor utama meluasnya kebakaran. “Api yang awalnya kecil kemudian menyebar dengan cepat karena angin cukup kencang dan kondisi lahan sangat kering. Selain itu, akses menuju titik api juga cukup sulit karena medan terputus,” ungkapnya.

Berdasarkan data sementara, lahan yang terbakar diketahui milik Yusnardi, Watan, Bony, serta satu pemilik lainnya yang masih dalam proses penyelidikan. Total luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 3 hingga 4 hektare.

Untuk memadamkan api, tim gabungan mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran, terdiri dari armada Damkar Pemda Kabupaten Landak dan Yayasan Bhakti Suci Ngabang. Meski cuaca terpantau cerah saat kejadian, suhu panas dan hembusan angin justru mempercepat pergerakan api di lapangan. “Pemadaman dan pendinginan terus kami intensifkan, khususnya di dua titik lahan yang saling berbatasan, guna mencegah api kembali menyala,” tambah Ipda Randi.

Sementara itu, Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. “Kami mengapresiasi respons cepat dan sinergi yang solid antara Polri, TNI, Damkar, relawan, serta masyarakat. Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujar Kapolres.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat cuaca panas dan kering seperti saat ini. “Kami akan terus melakukan patroli dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. (mif/r)

Editor : Hanif
#kebakaran #landak #kalbar #karhutla #NGABANG