Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Landak Subsidi Bahan Pokok Lewat GPM di Pahauman, Karolin Pastikan Harga Lebih Murah dari Pasar

Miftahul Khair • Rabu, 25 Februari 2026 | 13:34 WIB

OPERASI PASAR: Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Pahauman, Kamis (19/2) pekan lalu.
OPERASI PASAR: Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Pahauman, Kamis (19/2) pekan lalu.

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Landak menerapkan skema subsidi langsung untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri. Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di pelataran Pasar Baru Pahauman, Kecamatan Sengah Temila, Kamis (19/2), pemerintah daerah mengintervensi harga pasar agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyatakan bahwa harga komoditas dalam kegiatan ini berada di bawah harga pasar karena adanya subsidi ongkos angkut dan selisih harga jual dari pemasok yang ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Pemerintah daerah membayar selisih harganya supaya masyarakat bisa membeli dengan lebih murah. Paling tidak, ada subsidi ongkos angkut yang kami tanggung untuk membawa barang-barang ini ke sini," ujar Karolin saat meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dalam operasi pasar tersebut, berbagai komoditas dijual dengan harga miring. Beras kemasan 5 kilogram dipatok seharga Rp60.000, Minyakita Rp15.000 per liter, tepung terigu Rp13.000, dan susu kental manis Rp11.500. Selain itu, gas LPG 3 kilogram yang sempat dikeluhkan karena langka dan mahal, disediakan dengan harga Rp20.000 per tabung.

Baca Juga: Pemkab Landak Gelar Gerakan Pangan Murah Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Guspriono Pinus, salah satu warga Pahauman, mengakui program ini sangat membantu masyarakat kecil. "Sangat menunjang bagi warga tidak mampu. Di pasar murah harganya Rp20.000, sementara di toko-toko gas LPG 3 kg bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp35.000 per tabung," ungkapnya.

Selain memberikan subsidi, Bupati Karolin juga meminta aparat penegak hukum dari kepolisian dan kejaksaan untuk memperketat pengawasan harga di tingkat pedagang. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada oknum yang menjual barang di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) demi keuntungan pribadi.

"Kami memohon kerja sama pihak kepolisian dan kejaksaan untuk memonitor barang pokok yang sudah ditetapkan HET-nya. Jika ada toko yang menjual jauh lebih mahal, mohon dilakukan pembinaan dan ditelusuri penyebabnya," tegas Karolin.

Di sisi lain, Karolin mengungkapkan bahwa intervensi pangan ini dilakukan di tengah tekanan finansial daerah. Saat ini, Pemkab Landak menghadapi pemotongan alokasi dana yang signifikan, yang juga berdampak hingga ke tingkat desa. Sebagai gambaran, Dana Desa yang sebelumnya mencapai Rp1 miliar kini menyusut menjadi sekitar Rp700 juta.

Sebagai solusi jangka panjang, Karolin mendorong pemerintah desa untuk mengaktifkan koperasi desa guna menjaga ketahanan pangan mandiri. Ia mencontohkan rencana pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa Pahauman yang diharapkan dapat bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan stok bahan pokok murah bagi warga.(mif/r)

Editor : Hanif
#harga eceran tertinggi #Subsidi Bahan Pokok #Koperasi Merah Putih #Pemkab Landak #gerakan pangan murah