Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Karolin Tekankan Pentingnya Tata Kelola Air Saat Tanam Perdana Padi di Temiang Sawi

Miftahul Khair • Jumat, 10 April 2026 | 13:20 WIB
TANAM PADI: Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengikuti gelar tanam padi perdana di Desa Temiang Sawi Kecamatan Ngabang pada Rabu (8/4). (ISTIMEWA)
TANAM PADI: Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengikuti gelar tanam padi perdana di Desa Temiang Sawi Kecamatan Ngabang pada Rabu (8/4). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan pentingnya ketersediaan dan pengelolaan air dalam pengembangan sawah rakyat di Desa Temiang Sawi, Kecamatan Ngabang, Rabu (8/4).

Penegasan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan tanam perdana padi di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) milik Kelompok Tani Semata Tani Andalan di Beguruh, Dusun Semata. Kegiatan tersebut diikuti unsur pemerintah, penyuluh pertanian, serta para petani setempat. “Sawah itu harus ada air, airnya harus bisa diatur. Kalau enggak bisa diatur, pasti panennya gagal,” katanya.

Menurut Karolin, keberhasilan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan semangat petani, tetapi harus didukung kesiapan teknis seperti sistem irigasi, pengaturan air, serta infrastruktur penunjang lainnya. Ia mendorong adanya koordinasi lintas sektor agar lahan yang telah dicetak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ia juga menilai, keberhasilan pertanian dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Bahkan, kondisi tersebut berpotensi menarik warga yang merantau untuk kembali ke kampung halaman. “Mudah-mudahan kalau pertanian di sini sukses, yang sudah keluar pindah ke kota, bisa masuk dan pindah lagi ke kampung. Di kota itu enak belanja, tapi nyari duit nggak segampang itu,” ujarnya.

Baca Juga: Dandim 1210 Landak Resmi Berganti, Letkol Doni Prasetyo Gantikan Andy Setio Untoro

Selain itu, Karolin meminta pemerintah desa dan kecamatan melakukan pembaruan data kelompok tani. Langkah ini dinilai penting agar bantuan pertanian, termasuk alat dan sarana produksi, tepat sasaran dan diterima oleh kelompok yang benar-benar aktif. “Tolong didata mana kelompok tani yang masih aktif dan mana yang tidak. Kalau ada yang perlu digabung supaya lebih efektif, silakan digabung,” kata Karolin.

Ia menegaskan bahwa pendataan harus mencerminkan kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar administratif. Dengan data yang valid, distribusi bantuan diharapkan lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Karolin juga mendorong petani untuk mulai mendokumentasikan kondisi lahan, baik saat hujan deras maupun saat air surut, sebagai bahan evaluasi teknis.

“Kalau perlu, dokumentasikan pakai foto atau video. Jadi saat tenaga teknis datang, Bapak Ibu bisa tunjukkan, kalau hujan airnya sampai sini, yang paling rendah sebelah sini, yang paling tinggi sebelah sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalbar, Anjar Suprapto, menyampaikan bahwa tanam perdana dilakukan di lahan seluas 16 hektare dari total 107,9 hektare program CSR di Kabupaten Landak. Ia menekankan pentingnya percepatan tanam agar lahan tidak kembali ditumbuhi gulma.

Pada kesempatan yang sama, Karolin juga mengapresiasi semangat Ketua Kelompok Tani Semata Tani Andalan, Nikolaus Supin, yang tetap aktif menggerakkan petani meski memiliki keterbatasan fisik. “Saya mengenal Pak Supin sudah lama dan mengagumi semangatnya berkarya untuk kampung, gereja, dan masyarakat. Beliau punya keterbatasan tapi tidak menyerah. Jadi, Ibu Bapak yang punya tanah di sini, jangan kalah semangatnya dengan Pak Supin. Kami akan dukung semaksimal mungkin,” kata Karolin.

Baca Juga: Jembatan Melobok Rusak Diterjang Hujan, Warga Gotong Royong Lakukan Perbaikan Darurat

Supin sendiri mengungkapkan bahwa pengelolaan lahan tersebut membutuhkan perjuangan panjang. Ia bahkan mengaku membiayai sendiri sejumlah pertemuan serta operasional alat pertanian demi meringankan beban petani. “Rapat hampir 10 kali saya biayai sendiri. Alat-alat alsintan saya bawa sendiri dengan biaya pribadi, tidak membebani petani,” ujar Supin. (mif/r)

Editor : Hanif
#padi #Tanam Perdana #tata kelola #NGABANG #karolin margret natasa