PONTIANAK POST - Kebijakan efisiensi anggaran pada 2026 di Kabupaten Landak mulai berdampak pada penghasilan aparatur sipil negara (ASN), termasuk tambahan penghasilan pegawai (TPP).
Hal tersebut disampaikan Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat menghadiri pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Landak yang dirangkai dengan halal bihalal, perayaan Paskah, Hari Kartini, serta sosialisasi gizi keluarga bertema “Dapur Sehat, Keluarga Kuat, DWP Hebat”, Kamis (16/4), di Aula Besar Kantor Bupati Landak.
Karolin mengungkapkan kondisi fiskal tahun ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah daerah. Ia menyebut kebijakan efisiensi justru mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. “Jadi kepada ibu-ibu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya sebenarnya sangat tidak senang melakukan ini. Saya dan Pak Sekda selalu membahas mengenai anggaran di tahun 2026 ini, efisiensi bukannya makin berkurang tapi malah bertambah,” kata Karolin.
Menurut dia, total pemangkasan anggaran pada 2026 mencapai sekitar Rp240 miliar. Situasi tersebut, kata dia, berdampak langsung pada pendapatan ASN. “Tahun ini saja total ada 240-an miliar yang dipotong sehingga mau tidak mau terpaksa harus mempengaruhi sampai kepada take home pay para ASN,” ujarnya.
Baca Juga: Polres Landak Tes Urine dan Razia Ponsel Anggota, Cegah Penyalahgunaan Narkoba dan Judol
Ia menegaskan keputusan tersebut diambil dalam kondisi yang tidak mudah. Karena itu, Karolin meminta dukungan dan doa dari para anggota DWP agar situasi segera membaik. “Dengan sangat sedih sebenarnya tapi harus kita lakukan efisiensi dan mohon doanya dari ibu-ibu supaya efisiensi ini bisa segera berakhir,” ucapnya.
Dalam suasana yang hangat, Karolin juga menyelipkan candaan yang disambut tawa peserta. “Karena doa-doa ibu-ibu yang teraniaya pasti lebih afdol ya. Ibu-ibu doakan ya, bantu kita dengan doa. Ya, tapi jangan doain saya dan Pak Sekda ya yang aneh-aneh,” kata Karolin disambut gelak tawa para hadirin.
Ia turut mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mendukung kinerja ASN di tengah tekanan anggaran. Para anggota DWP diminta tetap menjadi pendamping bagi suami agar tetap fokus bekerja dan terhindar dari persoalan. “Mudah-mudahan ibu-ibu sekalian bisa menjadi pendamping bagi para bapak-bapak, agar bapak-bapak sungguh-sungguh bisa bekerja dengan baik, dan bebas dari persoalan,” ujarnya.
Karolin juga mengajak seluruh pihak untuk tetap bersyukur atas kondisi yang ada, meski penghasilan mengalami penyesuaian. “Bersyukur bahwa kita sudah mendampingi suami yang sudah ada pekerjaan tetap dan rutin walaupun TPP-nya dipotong,” tutup Karolin. (mif/r)
Editor : Hanif