Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Layanan Hemodialisa RSUD Landak Resmi Beroperasi, Pasien BPJS Kini Bisa Cuci Darah Gratis

Miftahul Khair • Kamis, 23 April 2026 | 06:20 WIB
Pasien gagal ginjal menjalani terapi cuci darah di layanan hemodialisa RSUD Landak, Rabu (22/4), yang kini dapat diakses peserta BPJS tanpa harus ke luar daerah. (ISTIMEWA)
Pasien gagal ginjal menjalani terapi cuci darah di layanan hemodialisa RSUD Landak, Rabu (22/4), yang kini dapat diakses peserta BPJS tanpa harus ke luar daerah. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST — Polemik tidak bisa digunakannya layanan cuci darah di RSUD Kabupaten Landak berakhir sudah. Kini pasien gagal ginjal bisa mengaksesnya, bahkan gratis bagi peserta BPJS Kesehatan.

RSUD Landak resmi mengoperasikan layanan hemodialisa pekan ini. Kehadiran fasilitas tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh pasien yang selama ini bergantung pada layanan di Pontianak maupun Sanggau.

Markus (52), warga Ngabang, mengaku telah menjalani rutinitas melelahkan selama enam tahun terakhir demi mendapatkan terapi cuci darah. Perjalanan jauh itu bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga waktu dan biaya keluarga.

“Selama enam tahun saya harus bolak-balik ke Pontianak dan Sanggau. Sangat melelahkan, bukan hanya bagi saya, tapi juga keluarga. Sekarang kami sangat bersyukur karena layanan sudah ada di RSUD Landak dan bisa menggunakan BPJS,” ujarnya, Rabu (22/4).

Hal serupa disampaikan Kornelis (37). Ia menyebut kehadiran layanan ini sangat membantu pasien seperti dirinya yang selama ini bergantung pada fasilitas luar daerah.

“Sudah enam tahun saya cuci darah di luar daerah. Sekarang sangat terbantu karena tidak harus selalu bepergian jauh. Terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memperjuangkan layanan ini,” katanya.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan bahwa kehadiran layanan hemodialisa merupakan jawaban atas kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, rumah sakit daerah harus hadir memberikan pelayanan yang mudah dijangkau.

“Layanan ini bukan dibuat-buat, tetapi berdasarkan kebutuhan masyarakat. Rumah sakit daerah harus memberikan pelayanan maksimal dan memudahkan masyarakat agar biaya juga lebih ringan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar pihak agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal tanpa hambatan koordinasi.

Direktur RSUD Landak, dr. Albertus Geovani, menjelaskan layanan cuci darah untuk pasien BPJS mulai berjalan setelah seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk perizinan dari Kementerian Kesehatan dan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Izin dari Kemenkes sudah keluar sekitar satu bulan lalu. Setelah itu kami lengkapi tenaga, peralatan, dan sarana. Minggu lalu kerja sama dengan BPJS ditandatangani, dan minggu ini layanan sudah berjalan,” jelasnya.

Saat ini, kapasitas layanan masih terbatas. RSUD Landak memiliki empat unit alat hemodialisa yang mampu melayani sekitar 12 pasien rutin per minggu dalam satu shift.

“Kalau hanya 12 pasien, tentu masih banyak yang belum terlayani. Ke depan kami akan berupaya menambah kapasitas,” ujarnya.

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan Dialisis RSUD Landak, dr. Rusdianto, Sp.PD, menambahkan bahwa saat ini layanan sudah bisa dilakukan dua kali dalam seminggu untuk pasien.

“Harapannya, dengan penambahan tenaga dan perawat terlatih, semakin banyak pasien yang bisa dilayani di Landak tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” katanya.

Dengan beroperasinya layanan ini, pasien BPJS kini dapat menjalani cuci darah tanpa biaya tambahan. Pemerintah daerah pun berharap fasilitas tersebut terus berkembang agar seluruh pasien gagal ginjal di Landak dapat tertangani secara optimal. (mif)

Editor : Hanif
#hemodialisa #cuci darah #Resmi Beroperasi #bpjs #rsud landak