Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

RSUD Landak Upayakan Tambah Alat Cuci Darah, Kapasitas Awal Baru 12 Pasien

Miftahul Khair • Sabtu, 25 April 2026 | 14:07 WIB
Pasien BPJS menjalani terapi cuci darah di Unit HD RSUD Landak beberapa waktu lalu. (DOK. HUMAS PEMKAB LANDAK)
Pasien BPJS menjalani terapi cuci darah di Unit HD RSUD Landak beberapa waktu lalu. (DOK. HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST - Layanan hemodialisa atau cuci darah untuk pasien peserta BPJS Kesehatan di RSUD Landak kini mulai beroperasi. Meski menjadi kabar baik bagi warga, kapasitas awal layanan tersebut masih terbatas dan baru mampu melayani 12 pasien rutin, sementara kebutuhan pasien gagal ginjal di Kabupaten Landak mencapai puluhan orang.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan, keberadaan layanan hemodialisa sejak awal memang disiapkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, unit HD bukan sekadar tambahan fasilitas rumah sakit, melainkan bentuk nyata upaya pemerintah mendekatkan akses layanan kesehatan.

“Unit HD ini bukan kitanya ngada-ngada, tapi memang sesuai dengan data kita mengenai jumlah pasien dan juga permintaan dari masyarakat,” kata Karolin beberapa waktu lalu.

Di tengah keterbatasan tersebut, Karolin menilai kehadiran layanan HD tetap menjadi langkah penting karena selama ini pasien harus menempuh perjalanan jauh ke Pontianak, Sanggau, Mempawah, hingga Singkawang hanya untuk menjalani terapi rutin.

Baca Juga: Cara Praktis Menghindari Cervical Syndrome dengan Gerakan Sederhana

“RSUD di daerah itu kan bukan hanya mengejar keuntungan, tapi memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat kita, memudahkan masyarakat, membuat pelayanan menjadi lebih dekat, sehingga bisa lebih murah bagi masyarakat,” ujar Karolin.

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan Dialisis RSUD Landak dr Rusdianto, Sp.PD, menjelaskan berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Landak, terdapat sekitar 49 pasien gagal ginjal di Kabupaten Landak yang membutuhkan terapi cuci darah secara rutin. Selama ini, sebagian besar pasien harus menjalani pengobatan ke luar daerah.

“Untuk saat ini dengan membuka pelayanan cuci darah di RSUD Landak, sudah dapat kita melakukan pelayanan dua kali seminggu. Mudah-mudahan dengan bertambahnya sumber daya termasuk perawat yang terlatih, nanti akan semakin banyak pasien yang membutuhkan cuci darah dapat terlayani di RSUD Landak ini sendiri,” kata Rusdianto saat diwawancara, Rabu (22/4).

Secara medis, Rusdianto menjelaskan pasien gagal ginjal kronik membutuhkan terapi pengganti ginjal karena fungsi ginjal sudah tidak berjalan normal. Salah satu terapi utama yang dilakukan adalah hemodialisa dengan frekuensi dua hingga tiga kali dalam seminggu.

“Adapun untuk standar pelayanan cuci darah itu sendiri, yakni minimal dua sampai tiga kali dalam seminggu,” katanya.

Baca Juga: Cara Orang Tua Membangun Komunikasi Sehat dengan Anak Tanpa Bentakan

Sementara itu, Direktur RSUD Landak dr Albertus Geovani menyebut rumah sakit saat ini baru memiliki empat unit alat hemodialisa. Dengan jumlah tersebut, pelayanan rutin baru dapat menjangkau 12 pasien dalam satu pekan untuk satu shift.

Menurutnya, jumlah itu jelas belum cukup jika dibandingkan dengan total kebutuhan pasien gagal ginjal di Landak. Karena itu, rumah sakit tengah menyiapkan pengembangan layanan secara bertahap, baik dari sisi alat maupun tenaga medis.

Albertus mengakui, jika kapasitas tidak segera ditambah, masih banyak pasien yang tetap harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan terapi rutin.

“Kalau cuma 12 pasien, kasihan pasien-pasien yang lain tidak bisa terlayani. Nanti kalau memang bisa lancar, yang empat ini bagus, tentu kita akan berupaya bagaimana caranya untuk menambah pelayanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan layanan juga bergantung pada kesiapan tenaga kesehatan. Tahun ini, RSUD Landak bekerja sama dengan penyedia layanan untuk mengirim dokter dan perawat mengikuti pelatihan khusus hemodialisa. “Kalau tenaga kita sudah pelatihan, nambah alat kita bisa diajukan ke penyedia,” kata Albertus.

Baca Juga: Pangdam XII Tanjungpura Pimpin Sertijab Kasdam: Brigjen TNI Bambang Sujarwo Resmi Gantikan Mayjen TNI Putra Widyawinaya

 Saat ini, pasien peserta BPJS yang menjalani cuci darah di RSUD Landak tidak dikenakan biaya karena seluruh pembiayaan ditanggung BPJS Kesehatan sesuai mekanisme klaim yang berlaku. “Kalau dia BPJS dia berobat ke kita gratis, semua ditanggung biayanya. Jadi pasien tidak membayar,” ujar Albertus. (mif/r)

Editor : Hanif
#cuci darah #layanan #rsud landak