PONTIANAK POST – Bupati Landak Karolin Margret Natasa resmi melantik jajaran pengurus Pemuda Dayak Kabupaten Landak di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Jumat (24/4). Ia menegaskan kehadiran Pemuda Dayak harus menjadi wadah yang mampu melahirkan generasi muda berkualitas, kritis, dan berkontribusi nyata bagi bangsa serta negara.
"Ini peringatan untuk kita semua, agar Pemuda Dayak tumbuh menjadi sebuah organisasi yang mampu menghasilkan pemuda-pemuda Dayak yang berkualitas, kritis, mampu mewarnai, berkontribusi terhadap bangsa dan negara," ujar Karolin saat menyampaikan sambutannya.
Karolin menyoroti filosofi “bangkit dan melawan” yang tertuang dalam mars organisasi tersebut. Namun, menurutnya, makna perlawanan saat ini bukan lagi secara fisik, melainkan melawan persoalan sosial seperti kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan. Ia berharap organisasi ini mampu menjadi jembatan bagi pemuda Dayak untuk bangkit menghadapi tantangan zaman.
Salah satu tantangan terbesar yang ditekankan Karolin adalah kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang berlangsung sangat cepat, terutama di era teknologi modern. Ia bahkan menggunakan analogi kepunahan dinosaurus sebagai pengingat bahwa masyarakat adat juga bisa tertinggal jika gagal menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Selain itu, Karolin juga mengingatkan pemuda agar lebih waspada terhadap ancaman dunia digital seperti penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI) hingga love scam. "Dinosaurus itu punah karena tidak mampu beradaptasi. Maka Dayak juga akan punah kalau tidak mampu beradaptasi. Cara paling baik yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri," tegas Karolin.
Karolin turut mengingatkan agar identitas Dayak tidak hanya dipahami sebatas simbol seperti pakaian adat atau tarian tradisional, melainkan nilai-nilai luhur yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya menekankan hal ini agar kita tidak terjebak pada hal-hal yang sifatnya hanya simbolis. Di luar daripada itu ada nilai yang jauh lebih besar. Bantu kita jawab, renungkan dan hasilkan sebuah pemikiran," jelas Karolin.
Ia juga meminta para pengurus menjunjung tinggi disiplin serta manajemen waktu dalam berorganisasi agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Karolin berharap Pemuda Dayak dapat bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan akar budaya serta tetap menjaga persatuan.
"Semoga mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat Kalimantan Barat, masyarakat Dayak di Kabupaten Landak, sehingga kita bisa sama-sama maju menjaga persatuan dan kesatuan," pungkasnya.
Baca Juga: Hari Otda ke-30, Kubu Raya Dorong Evaluasi Skema Anggaran dan Penguatan Otonomi Daerah
Di tempat yang sama, Ketua Pemuda Dayak Kabupaten Landak Albertus Trio Kusuma menyatakan komitmennya untuk menjadikan organisasi tersebut sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Ia menilai kolaborasi antara pemuda dengan pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat sangat penting dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
"Ke depan kita sebagai pemuda, bagaimana caranya kemudian bisa melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi ataupun pemerintah pusat," kata Albertus.
Menurutnya, pelantikan ini menjadi momentum bersejarah bagi pergerakan pemuda Dayak di Kabupaten Landak. Ia juga berpesan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar terus menjaga eksistensi organisasi demi keberlanjutan perjuangan generasi muda Dayak. "Berbanggalah teman-teman tadi yang dilantik, karena kita menjadi pelaku sejarah dalam berdirinya Pemuda Dayak di Kabupaten Landak. Satu, dua kata: Jangan Hilang," imbuhnya. (mif/r)
Editor : Hanif