Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bupati Karolin Targetkan Nol Angka Putus Sekolah, Dorong Semua Anak Landak Minimal Tamat SMP

Miftahul Khair • Jumat, 12 Juni 2026 | 15:09 WIB
Bupati Landak Karolin Margret Natasa berdialog bersama siswa SMPN 5 Air Besar Desa Sekendal Kecamatan Air Besar Rabu (10/6). Pembangunan gedung baru diharapkan dapat menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut. (HUMAS PEMKAB LANDAK)
Bupati Landak Karolin Margret Natasa berdialog bersama siswa SMPN 5 Air Besar Desa Sekendal Kecamatan Air Besar Rabu (10/6). Pembangunan gedung baru diharapkan dapat menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut. (HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa meresmikan SMP Negeri 5 Air Besar di Desa Sekendal, Kecamatan Air Besar, Rabu (10/6). Pada kesempatan tersebut, Karolin menegaskan pentingnya kedisiplinan tenaga pendidik, perawatan fasilitas sekolah, serta upaya menekan angka putus sekolah hingga mencapai nol kasus.

Karolin meminta seluruh pihak, mulai dari guru, kepala sekolah, camat, hingga pemerintah desa, aktif mengawasi dan mendorong anak-anak agar tetap bersekolah. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Landak menargetkan seluruh anak minimal menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sekolah menengah pertama.

"Pendidikan adalah modal awal agar anak-anak mampu bersaing di masa depan. Sekarang hampir semua pekerjaan membutuhkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan memahami teknologi," ujarnya.

Ia menilai pendidikan menjadi fondasi penting dalam menghadapi perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Karena itu, akses pendidikan harus terus diperluas agar tidak ada anak yang tertinggal.

Baca Juga: Kumuniti Sabah Jajaki Kerja Sama Pembinaan Tilawah dengan LPTQ Kalbar

Di hadapan guru, siswa, dan unsur Forkopimcam, Karolin juga mengingatkan tenaga pendidik untuk tetap menjaga etos kerja dan profesionalitas, termasuk bagi guru yang telah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurutnya, status sebagai aparatur pemerintah tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan pendidikan. Ia mengaku menerima laporan mengenai perubahan sikap sebagian tenaga pendidik setelah memperoleh status PPPK.

"Saya konfirmasi. Ah, tapi jangan bohong-bohong sama saya. Saya bisa tahu. Kan mata-matanya banyak. Ada Pak Kapolsek, ada Pak Camat, ada Pak Danramil, kan bisa lapor ke ibu bupati," kata Karolin yang disambut tawa para hadirin.

Selain itu, Karolin menyoroti kondisi sejumlah fasilitas pendidikan yang dinilainya masih kurang terawat. Ia mengaku masih menemukan lingkungan sekolah yang kurang bersih, papan nama yang rusak, hingga fasilitas toilet yang tidak berfungsi dengan baik.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan tertata merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Karena itu, guru dan kepala sekolah harus menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan merawat aset sekolah.

Baca Juga: Guru Kristen di Pontianak Hadapi Kendala Sertifikasi dan Pencairan TPG

"Tidak bisa kita berharap anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab jika lingkungan sekolah tidak dijaga dengan baik," tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Karolin juga berinteraksi langsung dengan para siswa. Ia mengajak beberapa siswa maju ke depan untuk menguji kemampuan membaca, berhitung, dan pengetahuan dasar bahasa Inggris.

Suasana menjadi hangat ketika seorang siswa kelas VII bernama Bayu mengaku belum belajar bahasa Inggris. Jawaban polos itu mengundang tawa para hadirin sekaligus menjadi penyemangat bagi siswa untuk terus belajar.

Sebagai penutup, Karolin menyerahkan hadiah berupa buku dan perlengkapan sekolah kepada sejumlah siswa. Ia berharap kehadiran SMP Negeri 5 Air Besar dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Air Besar. (mif/r)

 

 

 

Editor : Hanif
#tamat smp #putus sekolah #bupati landak #tenaga pendidik