Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bupati Karolin Larang Warga Tanam Sawit di Hulu Mata Air Demi Jaga Pasokan

Miftahul Khair • Senin, 15 Juni 2026 | 16:36 WIB
Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar, Rabu (10/6). (HUMAS PEMKAB LANDAK)
Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar, Rabu (10/6). (HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST - Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa melarang masyarakat untuk menanam kelapa sawit di hulu sungai. Hal tersebut menurutnya dapat membuat sumber air masyarakat menjadi kering.

Hal tersebut dikatakannya saat meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar, Rabu (10/6). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang selama ini menjadi persoalan bagi ratusan kepala keluarga.

Dalam kesempatan itu, Karolin mengingatkan pentingnya menjaga kawasan sumber air yang menjadi penopang utama operasional SPAM. Dia meminta masyarakat tidak membuka ladang maupun menanam kelapa sawit di sekitar hulu mata air agar debit air tetap terjaga.

"Tolong jangan dulu ditanam sawitlah. Jangan berladang di atasnya. Kalau ditanam sawit dan berladang, saya jamin seminggu kering. Pasang adat Pak Kades di situ, supaya kepentingan 250 KK yang hari ini menggunakan air itu terjaga," pesannya.

Karolin juga mendorong pemerintah desa memperkuat perlindungan kawasan resapan air melalui penerapan aturan adat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sumber air bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Selain itu, dia mengingatkan pengelola dan warga penerima manfaat agar merawat fasilitas SPAM dengan baik, termasuk melalui iuran pemeliharaan guna mendukung operasional sistem.

Di tengah tantangan ekonomi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Karolin mengajak masyarakat lebih bijak mengelola pengeluaran rumah tangga serta memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kebutuhan pangan keluarga.

"Jadi biarlah orang ngomel, yang penting ini SPAM jalan, dipakai sampai lama. Karena apa? Duit pemerintah nggak ada. Harga minyak naik terus. Pikirkan bagaimana menghemat pengeluaran. Tanam sayur, tanam apa yang bisa ditanam. Tanah kita luas," ujarnya. (mif)

Editor : Hanif
#hulu mata air #pasokan air #spam #sawit #bupati sintang