Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tragis! Guru SD di Mempawah Hulu Meninggal Akibat Sambaran Petir Saat Hujan

Hanif • Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:14 WIB
Ilustrasi petir.
Ilustrasi petir.

PONTIANAK POST - Niat membantu memperbaiki saluran air bersih berujung petaka bagi Ferdinan Tolan (50), seorang guru sekolah dasar di Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak. Ia ditemukan meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat hujan deras disertai cuaca ekstrem, Kamis (18/6) sore.

Korban yang merupakan warga Dusun Batu Catur, Desa Sabaka, diketahui berangkat memperbaiki saluran air bersih yang mengalami kerusakan meski cuaca saat itu sedang diguyur hujan dan disertai sambaran petir. Setelah pekerjaannya selesai, korban diduga sempat berhenti di sekitar pohon durian yang berada tidak jauh dari lokasi perbaikan.

Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Freddy Surya Purnama mengatakan, peristiwa tersebut diketahui setelah korban tidak kunjung kembali ke rumah hingga menjelang petang. "Berdasarkan keterangan keluarga, korban pergi memperbaiki saluran air meskipun kondisi cuaca sedang hujan dan disertai petir. Setelah selesai bekerja, korban diduga berada di sekitar pohon durian yang tidak jauh dari lokasi," kata Freddy, Jumat (19/6).

Merasa khawatir, keluarga kemudian meminta anak bungsu korban menyusul ke lokasi. Setibanya di tempat kejadian, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dan tidak sadarkan diri di bawah pohon durian.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Pulau Subi Natuna, Korban Belum Kembali Sejak Melaut

Keluarga segera mengevakuasi korban dan membawanya pulang ke rumah. Namun, pemeriksaan awal yang dilakukan tenaga kesehatan setempat memastikan korban telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka yang diduga kuat akibat sambaran petir. Luka tersebut berupa bekas terbakar di bagian belakang kepala serta luka melepuh pada bagian belakang pinggang.

"Terdapat bekas luka bakar pada bagian belakang kepala serta luka melepuh di bagian belakang pinggang korban," ujar Freddy.

Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Mempawah Hulu langsung melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam kematian korban.

Menurut Freddy, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah.

Baca Juga: Cegah Aksi Bunuh Diri, Guru BK Harus Beri Pendampingan

"Keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan visum maupun autopsi," katanya.

Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka di Dusun Batu Catur sebelum dimakamkan pada Jumat (19/6).

Warga diminta menghindari aktivitas di area terbuka, tidak berteduh di bawah pohon, serta segera mencari tempat yang aman guna mengurangi risiko tersambar petir. "Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat cuaca buruk dan segera mencari tempat yang aman untuk menghindari risiko tersambar petir," tutup Freddy. (r/*)

Editor : Hanif
#MEMPAWAH HULU #tersambar petir #landak #Cuaca Ekstrem #guru sd