Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Forkopimca dan Warga Bersihkan Makam Juang Mandor Jelang Hari Perkabungan Daerah Kalbar

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 26 Juni 2026 | 23:24 WIB
Wakil Bupati Landak bersama Forkopimca Mandor, TNI-Polri, dan masyarakat bergotong royong membersihkan kawasan Makam Juang Mandor di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini dilakukan menjelang Hari Perkabungan Daerah Kalimantan Barat sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban tragedi kemanusiaan dan upaya menjaga kelestarian situs bersejarah tersebut.
Wakil Bupati Landak bersama Forkopimca Mandor, TNI-Polri, dan masyarakat bergotong royong membersihkan kawasan Makam Juang Mandor di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini dilakukan menjelang Hari Perkabungan Daerah Kalimantan Barat sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban tragedi kemanusiaan dan upaya menjaga kelestarian situs bersejarah tersebut.

 

PONTIANAK POST – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Mandor bersama Wakil Bupati Landak dan masyarakat menggelar kegiatan Jumat Bersih di kawasan Makam Juang Dusun Mandor, Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai persiapan menyambut Hari Perkabungan Daerah Kalimantan Barat sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman di salah satu situs sejarah penting di Kalimantan Barat.

Gotong Royong Rawat Situs Bersejarah

Kegiatan diawali dengan apel singkat, kemudian dilanjutkan dengan membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah, merapikan lingkungan, serta menata area sekitar Makam Juang Mandor.

Seluruh peserta tampak bekerja sama tanpa membedakan tugas. Semangat kebersamaan itu mencerminkan kepedulian bersama dalam menjaga warisan sejarah yang menjadi simbol perjuangan dan duka masyarakat Kalimantan Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Landak Erani, ST., M.T., Camat Mandor Rumolda Reno, SKM., Kapolsek Mandor IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H., Danramil Mandor PELTU Dedi Kristianto, S.E., personel Polsek dan Koramil Mandor, staf Kantor Camat Mandor, serta masyarakat setempat.

Penghormatan bagi Para Korban Tragedi Kemanusiaan

Wakil Bupati Landak Erani mengatakan kegiatan Jumat Bersih bukan sekadar membersihkan lingkungan, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan dan korban tragedi kemanusiaan yang menjadi bagian penting sejarah Kalimantan Barat.

Menurutnya, Makam Juang Mandor memiliki nilai sejarah dan perjuangan yang tinggi sehingga kebersihan, keindahan, dan kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama, terutama menjelang peringatan Hari Perkabungan Daerah Kalimantan Barat.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) mencatat Makam Juang Mandor merupakan salah satu situs memorial terpenting di Kalimantan Barat yang berkaitan dengan tragedi pembantaian massal pada masa pendudukan Jepang.

Kawasan ini sebelumnya merupakan kamp militer Jepang yang menjadi lokasi penahanan dan pembunuhan para tokoh masyarakat, pemuka agama, kaum intelektual, raja-raja, serta warga dari berbagai latar belakang yang dianggap menentang pemerintahan pendudukan. 

Setelah perang berakhir, tulang-belulang korban dikumpulkan dan dimakamkan di kawasan tersebut, yang kemudian ditetapkan sebagai monumen peringatan dan ruang memori kolektif masyarakat Kalimantan Barat.

Data sejarah juga mencatat sekitar 21.037 orang menjadi korban dalam Tragedi Mandor, menjadikan situs ini simbol penghormatan terhadap kemanusiaan dan pengingat agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Sinergi Aparat dan Masyarakat Menjaga Warisan Sejarah

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Mandor IPDA Bernadus Didy Kusnadi mengatakan Polri mendukung penuh kegiatan sosial dan gotong royong yang melibatkan pemerintah, TNI, dan masyarakat.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.

"Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan yang memiliki nilai sejarah. Momentum Hari Perkabungan Daerah juga menjadi pengingat agar generasi sekarang menghormati perjuangan para pendahulu dengan merawat situs-situs bersejarah," ujarnya.

Mengingat Sejarah agar Tidak Terlupakan

Makam Juang Mandor selama ini menjadi tempat peringatan tahunan Hari Perkabungan Daerah Kalimantan Barat. Kawasan tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada para korban, tetapi juga ruang pembelajaran bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga nilai kemanusiaan, persatuan, dan perdamaian.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan setiap 28 Juni sebagai Hari Berkabung Daerah untuk mengenang Tragedi Mandor, salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah Kalimantan Barat pada masa pendudukan Jepang.

Makam Juang Mandor di Kabupaten Landak, yang menjadi lokasi peringatan tahunan Hari Berkabung Daerah, telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Bupati Landak Nomor 430/224/HK-2016 tanggal 14 April 2016. Kawasan ini menjadi simbol penghormatan terhadap para korban sekaligus ruang pembelajaran sejarah bagi generasi penerus agar tragedi serupa tidak terulang kembali. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Hari Perkabungan Daerah Kalbar #Forkopimca Mandor #situs sejarah Kalimantan Barat #Jumat Bersih #Tragedi Mandor