Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Bupati Karolin Ajak Warga Gotong Royong Cegah Stunting dan Penyakit Lingkungan

Miftahul Khair • Sabtu, 4 Juli 2026 | 09:43 WIB
Bupati Landak berbincang bersama warga dalam  Rangkaian BBGRM ke-23 di Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo, Kamis (2/7). (HUMAS PEMKAB LANDAK)
Bupati Landak berbincang bersama warga dalam Rangkaian BBGRM ke-23 di Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo, Kamis (2/7). (HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST - Bupati Landak Karolin Margret Natasa menutup Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 Tingkat Kabupaten Landak 2026 dengan mengajak warga menghidupkan kembali budaya gotong royong serta memperkuat upaya pencegahan stunting dan penyakit berbasis lingkungan.

Penutupan BBGRM dilakukan melalui prosesi pemukulan gong di halaman SDN 03 Karangan, Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo, Kamis (2/7).

Karolin menegaskan budaya gotong royong harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar ajakan di media sosial.

Baca Juga: Polsek Mandor Rayakan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Berbagi di Panti Asuhan

"Sejak zaman modern ini gotong royongnya hanya di Facebook biasanya. Janji-janji di Facebook nggak ada yang datang. Jadi Ibu, Bapak, sekarang gotong royong kita hidupkan kembali, kita ajak masyarakat bersama-sama, dari kita untuk kita," ujar Karolin.

Ia juga mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan saat musim peralihan untuk mencegah meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya.

Karolin meminta warga tidak hanya mengandalkan fogging ketika muncul kasus penyakit, tetapi aktif membersihkan lingkungan serta menghilangkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, Karolin mengajak para orang tua lebih bijak mengatur pengeluaran rumah tangga agar kebutuhan gizi anak terpenuhi sebagai bagian dari percepatan penurunan angka stunting.

Baca Juga: Kopi atau Matcha Saat Begadang? Ahli Gizi Jelaskan Mana yang Lebih Direkomendasikan

"Kalau bapaknya biasa beli rokok dua bungkus, sebungkus aja sekarang. Uang untuk beli sebungkus rokok lagi beli kacang hijau atau beli telur supaya anak-anaknya bisa makan makanan bergizi," katanya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan kebiasaan sederhana di tingkat keluarga dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan dan masa depan anak.

Karolin juga berharap seluruh anak di Kabupaten Landak dapat menamatkan pendidikan minimal hingga jenjang SMA agar memiliki daya saing yang lebih baik di masa depan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Landak, Theresia Lima Wardani, mengatakan rangkaian BBGRM ke-23 berlangsung sejak 4 Juni hingga 2 Juli 2026 dengan pusat kegiatan di Dusun Adong 1, Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo.

Menurut Theresia, penutupan BBGRM turut dirangkai dengan berbagai layanan masyarakat, seperti sunatan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, pasar murah, perekaman e-KTP, pembayaran pajak, dan layanan konsultasi. (mif/r)

Editor : Hanif
#penyakit lingkungan #bupati landak #karolin #gotong royong #cegah stunting