PONTIANAK POST – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak masyarakat menjadikan gereja bukan hanya sebagai pusat pembinaan iman, tetapi juga sebagai penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama melalui pendidikan generasi muda. Hal tersebut dikatakannya saat meresmikan Gereja Katolik Santo Thomas More Stasi Dano, Paroki Santo Yusuf Karangan, Selasa (14/7).
Menurut Karolin, pembangunan fisik rumah ibadah perlu diiringi dengan peningkatan kualitas umat agar mampu menghadapi tantangan masa depan, termasuk momentum bonus demografi. "Saya berharap agar gereja ini menjadi pusat pembinaan iman Katolik yang nanti akan menghasilkan penerus, generasi penerus gereja yang berkarakter, berkualitas sesuai dengan iman Katolik," ujar Karolin di Karangan.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai bekal utama bagi anak-anak menghadapi persaingan di masa mendatang. Karolin menilai fasilitas pendidikan di wilayah Dano sudah semakin memadai sehingga perlu dimanfaatkan secara maksimal. "Selain daripada karakter, modalnya ke depan adalah sekolah. Dano ini istimewa, Bapak Ibu. SD-nya bagus, SMP-nya sudah dibuat bagus. Jadi tolong dimanfaatkan, jangan sampai anak-anak kita tidak sekolah," tegasnya.
Selain mendorong peningkatan kualitas pendidikan, Karolin mengajak masyarakat menjaga kerukunan antarumat beragama serta mendukung pembangunan daerah. "Saya mengajak seluruh umat Katolik dan seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama, memelihara keamanan dan ketertiban serta bersama-sama mendukung program-program pembangunan demi kemajuan Kabupaten Landak," tutupnya.
Senada dengan itu, Pastor Paroki Santo Yusuf Karangan, Pastor Robert Ciprian Calderon, OSJ, menilai kehadiran Bupati Landak menjadi motivasi bagi kaum muda agar terus melanjutkan pendidikan. "Kehadiran Ibu Bupati di sini sangat menguatkan kaum muda untuk menyelesaikan dan berfokus untuk pendidikannya, sekolahnya. Jangan berhenti sampai selesai, dan kalau masih ada kesempatan, lanjutkan," kata Pastor Robert.
Perayaan Ekaristi sekaligus pemberkatan gereja dipimpin Administrator Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap. Dalam khotbahnya, ia mengapresiasi semangat kebersamaan umat yang berhasil mewujudkan pembangunan gereja tersebut.
"Walaupun gedung bukan hal yang utama dan pertama, tetapi dalam kehidupan bergereja itu penting. Di sini kita mengungkapkan keimanan dan kebersamaan kita. Saya ucapkan selamat karena kalian dengan kerja keras berbekalkan kebersamaan, berhasil membangun gereja yang bagus dan indah ini," tutur Uskup Samuel.
Baca Juga: RSUD Landak Penuh Pasien, Karolin Dorong Revitalisasi Rumah Sakit dan Bangun Pasar Baru
Ia juga mengingatkan umat agar tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal meski telah memeluk agama Katolik. "Kita sudah meninggalkan agama tradisional dengan menganut agama Katolik, tetapi kita dengan menjadi Katolik tidak lalu kehilangan budayanya yang bagus dan indah. Kita harus mempertahankan itu," pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja, L. Alun A.Md., menjelaskan pembangunan Gereja Santo Thomas More dimulai sejak 2019 melalui semangat gotong royong umat serta dukungan berbagai pihak.
Ia menyebut pembangunan gereja turut didukung hibah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebesar Rp30 juta pada 2019 dan hibah Pemerintah Kabupaten Landak sebesar Rp100 juta pada 2024. "Pada tahun 2019 kami memperoleh bantuan dana hibah dari Pemprov Kalbar sebesar Rp 30 juta, dan pada tahun 2024 kami memperoleh dana hibah dari Pemkab Landak sebesar Rp 100 juta yang sangat membantu percepatan pembangunan," ungkap Alun.
Selain bantuan pemerintah, pembangunan gereja juga mendapat dukungan dari Credit Union (CU) Pancur Kasih, Yayasan Viana Dei, Paroki Gembala Baik Pontianak, serta swadaya masyarakat.
"Berdirinya gereja ini tidak hanya menjadi bangunan yang megah, tetapi sungguh menjadi rumah Allah, tempat umat bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih. Serta menjadi tempat pewartaan Injil bagi generasi sekarang maupun yang akan datang," pungkasnya. (mif/r)
Editor : Miftahul Khair