Bupati Landak Dorong Literasi Keuangan Perempuan agar Cerdas Atur Anggaran dan Hindari Pinjol Ilegal

Miftahul Khair • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:18 WIB
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyapa ibu-ibu yang mengikuti pelatihan literasi bertajuk SHE CAN di Aula Kantor Desa Munggu, Kecamatan Ngabang pada Sabtu (25/7). (HUMAS PEMKAB LANDAK)
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyapa ibu-ibu yang mengikuti pelatihan literasi bertajuk SHE CAN di Aula Kantor Desa Munggu, Kecamatan Ngabang pada Sabtu (25/7). (HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST – Bupati Landak Karolin Margret Natasa membuka pelatihan literasi keuangan dan penyusunan anggaran keluarga bertajuk SHE CAN di Aula Kantor Desa Munggu, Kabupaten Landak, Sabtu (25/7).

Kegiatan yang digagas bersama Pemuda Katolik dan Kreologi tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dalam mengatur keuangan keluarga agar lebih bijak dan terencana. Karolin mengatakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meski kondisi ekonomi global dan keuangan daerah tengah menghadapi tantangan.

"Jadi kalau pemerintah itu hari ini mungkin pembangunan fisik agak kurang, karena situasi keuangan daerah, situasi perang di luar sana, tetapi yang namanya pembangunan manusia, nambah ilmu, pengetahuan, penyuluhan itu tetap dilakukan," ujar Karolin.

Baca Juga: OJK Apresiasi Singkawang Raih Transaksi Keuangan Tertinggi di Kalbar, Literasi Keuangan Terus Diperkuat

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Seorang istri tidak hanya menerima penghasilan dari suami, tetapi juga bertanggung jawab mengatur seluruh kebutuhan keluarga. Karena itu, ia mendorong para peserta mulai membiasakan diri mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran agar kondisi keuangan keluarga dapat dipantau dengan baik.

"Istri itu sebenarnya bukannya hanya menerima pendapatan dari suami. Istri itu regulator. Jadi ibu terima dan ibu yang atur. Ini anak sekolah, ini uang listrik, ini uang dapur dan segala macam," jelasnya.

Selain pentingnya pencatatan keuangan, Karolin juga membagikan kiat menyiapkan dana darurat sebagai langkah antisipasi menghadapi kebutuhan mendesak. Menurutnya, perempuan perlu memiliki simpanan yang dapat digunakan sewaktu-waktu ketika keluarga menghadapi keadaan darurat, seperti anggota keluarga yang sakit atau kebutuhan mendesak lainnya.

"Penting untuk ibu-ibu tuh punya dana darurat sendiri yang bapak (suami) nggak usah tau. Mendadak anak sakit, mendadak orang tua sakit, adalah uang di tangan. Jadi harus pandai-pandai menyisihkan," pesan Karolin.

Baca Juga: Bupati Karolin Buka Deras Cup 3, Turnamen Kampung Jadi Wadah Pembinaan Atlet Sepak Bola Landak

Pada kesempatan itu, Bupati Landak juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjaman online (pinjol) ilegal maupun investasi yang menjanjikan keuntungan tidak wajar. Ia menilai pemahaman terhadap pengelolaan keuangan akan membantu masyarakat lebih kritis sebelum mengambil keputusan finansial.

"Banyak sekali yang menawarkan berbagai pinjaman dan sering kali itu semua banyak yang ilegal. Jadi kalau ada tawaran pinjaman agar ibu-ibu berhati-hati dan kalau sudah biasa mencatat, menghitung, ibu-ibu akan tanya, oh bunganya berapa? Biaya administrasi berapa?" tegas Karolin.

Menutup arahannya, Karolin berharap pelatihan SHE CAN tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga mendorong penerapan pengelolaan keuangan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak para ibu yang telah memiliki kemampuan mengatur keuangan untuk mulai merintis maupun mengembangkan usaha mikro sebagai salah satu cara meningkatkan pendapatan dan memperkuat ekonomi keluarga. (mif/r)

Editor : Hanif
dana darurat pinjaman online ilegal ibu rumah tangga kelola keuangan karolin margret natasa