Terduga Pembunuh Ibu dan Balita Ditangkap, Polisi Tenangkan Keluarga Korban

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB
SAMBANGI KORBAN: Kapolsek Kuala Behe Iptu Handoko Warih dan sejumlah anggota menenangkan keluarga korban di Desa Angkanyar, Kamis (13/8).  /
SAMBANGI KORBAN: Kapolsek Kuala Behe Iptu Handoko Warih dan sejumlah anggota menenangkan keluarga korban di Desa Angkanyar, Kamis (13/8).  

 

PONTIANAK POST - Kasus pembunuhan Asniwati (39) dan anaknya, Dina Oktavia (4), yang ditemukan tewas terikat di kawasan hutan Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, mulai terungkap. Polres Landak menangkap dua terduga pelaku berinisial S dan AL pada Rabu (12/8).

S ditangkap di Senakin, sedangkan AL diamankan di Ngabang setelah polisi melakukan pengembangan. Keduanya diketahui saling mengenal dan merupakan teman satu kampung.

Kasatreskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto mengatakan penyidik masih mendalami peran keduanya dalam pembunuhan tersebut. “Tersangka S lebih dahulu diamankan di wilayah Senakin. Setelah pengembangan, AL kita amankan di Ngabang,” kata Kuswiyanto.

Polisi menduga pembunuhan berkaitan dengan harta benda korban. Dugaan itu diperkuat laporan kehilangan uang tunai sekitar Rp135 juta dan emas 30 gram. “Motif untuk sampai saat ini kami masih berkesimpulan berkaitan dengan harta benda,” ujarnya.

Sebagian besar barang bukti telah diamankan. Polisi masih mencari bukti lain dan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Dari pemeriksaan sementara, baru satu terduga pelaku yang mengaku.

Kasus ini terungkap setelah Asniwati dan Dina dilaporkan hilang pada Jumat (7/8). Sekitar pukul 11.00 WIB, suami Asniwati, Hermanto, mengetahui keduanya tidak berada di pondok tempat mereka bekerja. Hermanto kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian. Sekitar pukul 18.30 WIB, warga Angkanyar dan Desa Kedama menyisir sejumlah lokasi. Sekitar pukul 23.45 WIB, kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dina ditemukan di semak-semak dengan tangan dan kaki terikat menggunakan tali baldar atau potongan karet ban. Sekitar 20 meter dari lokasi itu, Asniwati ditemukan di samping pohon sawit dengan tangan dan leher terikat. Tubuhnya ditutupi daun kering.

Kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Landak untuk menjalani visum. Polisi selanjutnya memeriksa sejumlah saksi dan mengembangkan penyelidikan hingga menangkap S dan AL.

Tenangkan Keluarga

Penangkapan kedua tersangka tidak menghapus duka dan kemarahan keluarga korban. Saat berada di Mapolres Landak, keluarga korban sempat terpancing emosi ketika melihat terduga pelaku. Petugas langsung melakukan pengamanan untuk mencegah situasi berkembang.

Kapolsek Kuala Behe Iptu Handoko Warih bersama KBO Reskrim dan sejumlah anggota kemudian mendatangi kediaman keluarga korban di Desa Angkanyar, Kamis (13/8). Kedatangan mereka untuk memberikan pendampingan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami datang untuk memberikan dukungan dan memastikan keluarga korban tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami mengajak seluruh keluarga agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta menyerahkan proses penanganan kepada pihak kepolisian,” ujar Handoko.

Ia juga mengimbau keluarga dan masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri. “Apabila ada informasi atau hal-hal yang berkaitan dengan kejadian tersebut, segera sampaikan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tambahnya.

Komunikasi dengan keluarga korban dan pemerintah desa akan terus dilakukan selama proses hukum berlangsung. Keluarga korban mengapresiasi perhatian kepolisian di tengah suasana duka. Mereka berharap perkara tersebut dapat ditangani hingga tuntas.

Penyidik kini masih memeriksa S dan AL untuk memastikan peran masing-masing, mengungkap motif, serta mencari barang bukti yang masih diperlukan. Polisi juga belum menutup kemungkinan adanya fakta baru maupun keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut. (mif/r)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
pembunuhan Kuala Behe Asniwati dan Dina Oktavia dua tersangka landak ibu dan anak tewas