PONTIANAK POST — Tradisi robo-robo kembali digelar masyarakat Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak. Selain menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya Melayu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Pesta Gelar Adat Budaya Robo-Robo Desa Karangan berlangsung di Rumah Adat Melayu, Dusun Karya Jaya, Desa Karangan, Rabu (12/8).
Ketua Panitia Gelar Robo-Robo sekaligus Ketua MABM Kecamatan Mempawah Hulu, Syarif M. Nur, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara masyarakat Melayu mempertahankan keberadaan adat dan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Baca Juga: Robo-Robo di Ketapang Kembali Digelar, Tradisi Melayu dan Silat Kutamare Tetap Dipertahankan
Menurutnya, robo-robo tidak hanya berkaitan dengan tradisi budaya. Rangkaian kegiatan juga diisi doa bersama sebagai bentuk ikhtiar dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat senantiasa dijauhkan dari marabahaya, bencana dan berbagai penyakit.
"Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenalkan sejarah kerajaan-kerajaan Islam yang memiliki peran dalam penyebaran adat istiadat serta kebudayaan hingga ke wilayah Kalimantan," Kata dia.
Sementara itu, Camat Mempawah Hulu Buyung menilai robo-robo merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Melayu di Kecamatan Mempawah Hulu.
Ia menyebut tradisi tersebut memiliki nilai penting, baik dari sisi budaya maupun sosial. Karena itu, generasi muda dinilai memiliki peran besar dalam memastikan kebudayaan daerah tetap bertahan di tengah perubahan zaman. “Lestarikan budaya dalam mewujudkan Indonesia yang bermartabat,” pesannya.
Baca Juga: Tradisi Robo-Robo Pontianak Jadi Ikhtiar Memohon Hujan, Panitia Sajikan 5.000 Ketupat
Sementara itu, Kapolsek Mempawah Hulu IPTU Freddy Surya Purnama, mengatakan keterlibatan Polri dalam kegiatan adat dan budaya merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, kehadiran kepolisian juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan sinergi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
“Kami mendukung kegiatan pelestarian adat dan budaya masyarakat yang dilaksanakan secara positif. Selain mempererat persatuan dan kebersamaan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kemitraan antara Polri dengan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolsek.
Freddy turut mengajak masyarakat menjaga kerukunan, kebersamaan dan keamanan selama kegiatan adat berlangsung. Imbauan tersebut juga berlaku dalam berbagai kegiatan masyarakat lainnya di wilayah hukum Polsek Mempawah Hulu. (mif/r)
Editor : Hanif