Antisipasi Karhutla, Polres Landak Siagakan Personel dan Pantau Hotspot 24 Jam

Miftahul Khair • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:55 WIB
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari mengecek posko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Mapolres Landak pada Selasa (25/8). (HUMAS POLRES LANDAK)
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari mengecek posko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Mapolres Landak pada Selasa (25/8). (HUMAS POLRES LANDAK)

PONTIANAK POST – Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, melakukan pengecekan kesiapan Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Mapolres Landak, Selasa (25/8).

Pengecekan ini ditujukan untuk memetakan kesiapsiagaan personel, sarana dan prasarana (sarpras), pemantauan titik panas (hotspot), serta penguatan koordinasi lintas sektor di wilayah Kabupaten Landak.

Dalam tinjauannya, Kapolres memastikan seluruh personel yang masuk dalam Satgas Karhutla berada dalam kondisi siap siaga untuk melakukan tindakan respons cepat apabila ditemukan kemunculan titik api maupun laporan kekhawatiran dari masyarakat. Penanganan di lapangan dipastikan melibatkan sinergi erat bersama unsur TNI, Manggala Agni, BPBD, hingga kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Baca Juga: 29 Sumur Bor Disiapkan untuk Hadapi Karhutla Bengkayang

“Kami melakukan pengecekan posko untuk memastikan seluruh personel dan sarana prasarana dalam kondisi siap digunakan. Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat agar apabila ditemukan titik api, dapat segera dilakukan penanganan secara cepat dan tepat,” ujar AKBP Devi Ariantari.

Selain kesiapan personel, Kapolres Landak secara teliti memeriksa kelaikan sarana pendukung penanganan karhutla. Beberapa peralatan yang disiagakan di antaranya mesin pompa air portabel, selang pemadam tekanan tinggi, hingga armada kendaraan operasional untuk mendukung mobilisasi cepat ke titik rawan.

Pola pemantauan titik panas berbasis teknologi juga menjadi fokus evaluasi utama. Sistem pemantauan cuaca dan hotspot disiagakan secara aktif selama 24 jam nonsop memanfaatkan aplikasi pemantauan resmi, salah satunya aplikasi Lancang Kuning sebagai instrumen deteksi dini.

“Deteksi dini sangat penting. Jangan sampai ketika api sudah membesar baru kita bergerak. Setiap informasi mengenai titik panas maupun laporan masyarakat harus segera ditindaklanjuti dan diverifikasi di lapangan,” tegas Devi.

Baca Juga: Aparat Gabungan Tertibkan PETI di Landak, Mesin dan Peralatan Tambang Diamankan

Berdasarkan pemantauan real-time pada hari peninjauan, sebaran titik api (hotspot) di wilayah Kabupaten Landak tercatat nihil. Meski demikian, jajaran Polres Landak memilih untuk tidak menurunkan tingkat kewaspadaan dan terus menggiatkan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Kondisi titik api hari ini nihil, tetapi kita tidak boleh lengah. Pencegahan harus terus dilakukan. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran hutan maupun lahan,” pungkasnya.

Polres Landak bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen melanjutkan patroli rutin terpadu, sosialisasi edukatif, serta peningkatan respons kesiapsiagaan guna mencegah serta meminimalisasi potensi bencana karhutla di Kabupaten Landak. (mif/r)

Editor : Hanif
karhutla Landak Hotspot Landak Polres Landak kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Landak