Antisipasi Karhutla, Polsek Meranti Siapkan Sumur Bor di Dusun Jelayan Landak

Miftahul Khair • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 11:34 WIB
Personel Polsek Meranti bersama warga Dusun Jelayan membangun sumur bor di titik rawan karhutla pada Kamis (3/9).
Personel Polsek Meranti bersama warga Dusun Jelayan membangun sumur bor di titik rawan karhutla pada Kamis (3/9).

PONTIANAK POST — Menghadapi musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polsek Meranti terus memperkuat langkah mitigasi di wilayah hukumnya. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah menyediakan pasokan air alternatif melalui pembuatan sumur bor di titik rawan bencana.

Pembangunan sumur bor tersebut dipusatkan di Dusun Jelayan, Desa Meranti, Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak, Kamis (3/9). Langkah preventif ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan air darurat yang siap diakses sewaktu-waktu saat terjadi karhutla. Selama proses pengerjaan, personel Polsek Meranti mendampingi dan mengikuti langsung seluruh tahapan teknis. Pengawalan ini penting agar setiap petugas memahami persis koordinat lokasi, penanda khusus, serta cara pemanfaatan titik air tersebut di lapangan.

Penguasaan lokasi sumber air menjadi aspek vital dalam percepatan respons pemadaman darat, terutama pada area perbukitan dan lahan terpencil yang sukar dijangkau armada pemadam kebakaran. Pengerjaan sumur bor diawali dengan pemetaan titik air tanah, pengeboran, pemasangan casing pipa, hingga uji penyedotan debit air. Setelah pasokan air dipastikan stabil, tim memasang box pelindung khusus sebagai penanda agar titik sumur bor mudah diidentifikasi saat situasi darurat.

Baca Juga: Bukan Sekadar Air Bersih, 8 Sumur Bor di Kubu Raya Disiapkan untuk Hadapi Ancaman Karhutla

Ps. Kapolsek Meranti Ipda Uwes menjelaskan bahwa pengadaan sumur bor merupakan bentuk kesiapsiagaan operasional kepolisian menyikapi dampak kemarau panjang. “Pembuatan sumur bor ini merupakan langkah preventif dan bagian dari mitigasi dini. Kita tidak hanya melakukan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga mempersiapkan sarana pendukung sejak awal, salah satunya memastikan adanya sumber air yang dapat digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla,” jelas Ipda Uwes.

Ipda Uwes turut mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan segera melapor jika mendeteksi kemunculan titik panas (hotspot). “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga lingkungan bersama. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum api meluas,” pesannya.

Inisiatif jajaran Polsek Meranti ini disambut positif oleh warga setempat. Keberadaan sumur bor tersebut memberikan kepastian pasokan air sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat di tengah ancaman karhutla. “Kami sangat mendukung adanya sumur bor ini. Kalau terjadi kebakaran, setidaknya sudah ada sumber air yang lokasinya jelas dan bisa digunakan bersama. Mudah-mudahan tidak sampai terjadi kebakaran, tetapi kalau terjadi, kita sudah memiliki persiapan,” ungkap salah seorang warga. (mif/r)

 

Editor : Hanif
musim kemarau polsek meranti sumur bor karhutla Kabupaten Landak