Jembatan Gantung Perintis Garuda Diresmikan, Akses Warga Desa Bagak-Menyuke Makin Mudah

Miftahul Khair • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:50 WIB
Uji coba jembatan baru di Desa Bagak Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak pada Sabtu (5/9) lalu. (PENDIM LANDAK)
Uji coba jembatan baru di Desa Bagak Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak pada Sabtu (5/9) lalu. (PENDIM LANDAK)

PONTIANAK POST — Keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang membentang di Dusun Bagak, Desa Bagak, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, menjadi sarana vital baru bagi masyarakat setempat. Infrastruktur ini dirancang untuk mempermudah mobilitas harian warga sekaligus menjamin kelancaran akses para pelajar menuju fasilitas pendidikan.

Sarana penghubung tersebut tidak hanya mempercepat waktu tempuh masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas harian, tetapi juga membuka konektivitas antarwilayah yang lebih aman di kawasan pedesaan. Bagi anak-anak usia sekolah, jembatan ini memangkas hambatan geografis yang selama ini menjadi tantangan menuju tempat belajar.

Pemanfaatan fasilitas publik ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bagak Rudi Astono, Babinsa Desa Bagak Serka Fransiskus, jajaran perangkat desa, masyarakat Dusun Bagak, serta murid-murid sekolah dasar setempat.

Baca Juga: Pemprov Kalbar dan Pemkab Landak Perkuat PAUD, Fokus Pendidikan Karakter dan Gizi Anak

Kepala Desa Bagak beserta warga menyambut gembira rampungnya sarana penyeberangan tersebut. Selain berfungsi sebagai jalur transportasi utama, kehadiran jembatan ini diproyeksikan mampu mendongkrak denyut perekonomian lokal, mempererat interaksi sosial, serta menjamin hak anak-anak dalam mengenyam pendidikan dasar secara aman.

Dandim 1210/Landak, Letkol Inf Doni Prasetyo, menekankan bahwa keberadaan sarana penghubung fisik seperti jembatan gantung memiliki makna strategis dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pelosok.

“Jembatan bukan hanya sekadar sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi penghubung harapan masyarakat. Dengan akses yang semakin mudah, diharapkan aktivitas warga dan anak-anak sekolah dapat berjalan lebih lancar serta memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat,” ujar Doni.

Lebih jauh, Dandim menegaskan komitmen TNI AD melalui jajaran komando kewilayahan untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparatur desa. Sinergi ini bertujuan mengawal berbagai program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan tak sekadar menjadi infrastruktur fisik, melainkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, pembuka peluang baru, serta penghadir harapan bagi generasi muda di Desa Bagak.(mif/r)

Editor : Hanif
desa bagak Menyuke infrastruktur jembatan gantung Kabupaten Landak