ISPA Karhula: 22 Pasien Menjalani Rawat Inap di Puskesmas Pahauman, Ratusan Lainnya Rawan Jalan

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 00:47 WIB
LAWAN ISPA: Seorang anak kecil menjalani perawatan ketika jajaran Forkopimcam Sengah Temila mengecek pasien di Puskesmas Pahauman, Kabupaten Landak, Kamis (10/9). Sepanjang Agustus 2026, puskesmas tersebut menangani 22 pasien ISPA melalui rawat inap dan 141 pasien melalui rawat jalan. FOTO: POLSEK SENGAH TEMILA
LAWAN ISPA: Seorang anak kecil menjalani perawatan ketika jajaran Forkopimcam Sengah Temila mengecek pasien di Puskesmas Pahauman, Kabupaten Landak, Kamis (10/9). Sepanjang Agustus 2026, puskesmas tersebut menangani 22 pasien ISPA melalui rawat inap dan 141 pasien melalui rawat jalan. FOTO: POLSEK SENGAH TEMILA

 

PONTIANAK POST — Seorang anak kecil terlihat terbaring menjalani perawatan akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas Pahauman, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Tubuh mungil itu menjadi wajah paling rentan di balik deretan angka pasien gangguan pernapasan.

Dokumentasi kunjungan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Sengah Temila, Kamis (10/9), memperlihatkan petugas memantau langsung kondisi pasien. Pengecekan dilakukan untuk memastikan warga yang menjalani rawat inap memperoleh penanganan medis.

Data Puskesmas Pahauman mencatat 22 pasien ISPA menjalani rawat inap sepanjang Agustus 2026. Pada periode yang sama, 141 pasien mendapatkan pelayanan rawat jalan.

Data tersebut belum diperinci berdasarkan usia. Karena itu, belum diketahui jumlah anak-anak di antara seluruh pasien ISPA yang ditangani.

Anak Menjalani Perawatan

Kunjungan itu tidak hanya memeriksa kesiapan posko kesehatan. Jajaran kecamatan, kepolisian, dan tenaga medis juga mendatangi ruang perawatan untuk melihat kondisi pasien.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Sengah Temila AKP Triyono mengatakan pelayanan kesehatan harus dipastikan berjalan optimal. Perhatian khusus diberikan kepada warga yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.

“Kami bersama Forkopimcam melakukan pengecekan langsung ke Puskesmas Pahauman untuk melihat kondisi pelayanan kesehatan sekaligus memastikan pasien yang menjalani perawatan mendapatkan penanganan dengan baik,” ujar Triyono.

“Kesehatan masyarakat merupakan hal yang harus menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.

Belum terdapat keterangan medis yang menghubungkan seluruh kasus ISPA tersebut dengan satu penyebab tertentu. Diagnosis penyebab pada setiap pasien memerlukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.

Jangan Abaikan Gejala

Triyono mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Batuk, pilek, demam, sesak, atau keluhan pernapasan lainnya perlu mendapat perhatian.

Orang tua diminta lebih peka ketika keluhan muncul pada anak. Anak kecil belum selalu mampu menjelaskan sakit dan tingkat kesulitan bernapas yang dirasakannya.

Warga disarankan segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila gejala menetap atau memburuk. Pemeriksaan dini diperlukan agar pasien memperoleh penanganan sesuai kondisi medisnya.

Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Paparan terhadap kondisi yang dapat mengganggu saluran pernapasan perlu dikurangi.

Ratusan Pasien Berobat Jalan

Kepala Puskesmas Pahauman Budi Santosa mengatakan pelayanan diberikan melalui fasilitas rawat jalan maupun rawat inap.

“Selama Agustus, Puskesmas Pahauman menangani 22 pasien ISPA yang menjalani rawat inap dan sebanyak 141 pasien ISPA yang mendapatkan pelayanan rawat jalan,” jelasnya.

Pasien dengan kondisi yang membutuhkan pemantauan lebih lanjut akan menjalani rawat inap. Keputusan perawatan tetap didasarkan pada hasil pemeriksaan tenaga medis.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan dan penanganan terbaik kepada setiap pasien sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medisnya,” kata Budi.

Pelayanan Kesehatan Dipantau

Pengecekan menjadi bagian dari koordinasi antara pemerintah kecamatan, kepolisian, dan tenaga kesehatan. Mereka memantau kondisi pasien sekaligus kesiapan fasilitas pelayanan.

Namun, data satu bulan belum cukup untuk menunjukkan peningkatan atau penurunan kasus. Perbandingan membutuhkan data dari periode sebelumnya dengan metode pencatatan yang sama.

Bagi keluarga pasien, angka statistik bukan sekadar catatan bulanan. Setiap angka mewakili warga yang harus berjuang untuk kembali bernapas lega, termasuk anak-anak yang tubuhnya lebih rentan menghadapi gangguan kesehatan. 

 

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
pasien ISPA Landak anak terkena ISPA ISPA Sengah Temila gejala gangguan pernapasan pelayanan Puskesmas Pahauman