ISPA Melonjak di Sengah Temila, 163 Warga Berobat dan 22 Pasien Dirawat Inap

Miftahul Khair • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 09:33 WIB
Kepala Puskesmas Pahauman, Budi Santosa bersama Kapolsek Sengah Temila AKP Triyono meninjau pasien ISPA yang menjalani perawatan di Puskesmas Pahauman Kecamatan Sengah Temila, Kamis (10/9). (ISTIMEWA)
Kepala Puskesmas Pahauman, Budi Santosa bersama Kapolsek Sengah Temila AKP Triyono meninjau pasien ISPA yang menjalani perawatan di Puskesmas Pahauman Kecamatan Sengah Temila, Kamis (10/9). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST — Sebanyak 163 warga terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Agustus 2026 di Puskesmas Pahauman, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Dari jumlah tersebut, 22 di antaranya harus menjalani rawat inap.

Kepala Puskesmas Pahauman, Budi Santosa, mengatakan adanya lonjakan kunjungan pasien gangguan pernapasan selama sebulan terakhir. Pihaknya terus mensiagakan tenaga medis dan ketersediaan obat-obatan untuk mengantisipasi penambahan pasien.

Selama Agustus, Puskesmas Pahauman menangani 22 pasien ISPA yang menjalani rawat inap dan sebanyak 141 pasien ISPA yang mendapatkan pelayanan rawat jalan.

Baca Juga: ISPA Karhula: 22 Pasien Menjalani Rawat Inap di Puskesmas Pahauman, Ratusan Lainnya Rawan Jalan

"Kami terus berupaya memberikan pelayanan dan penanganan terbaik kepada setiap pasien sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medisnya,” jelas Budi.

Menyikapi eskalasi kasus gangguan pernapasan akibat kabut asap, jajaran Forkopimcam Sengah Temila melakukan inspeksi mendadak ke Puskesmas Pahauman, Kamis (10/9).

Peninjauan ini ditujukan untuk memantau langsung kesiapan fasilitas medis serta memastikan para penderita ISPA mendapatkan penanganan kesehatan secara maksimal.

Kapolsek Sengah Temila AKP Triyono menegaskan bahwa kepolisian bersama instansi lintas sektor berkomitmen mengawal ketersediaan layanan publik dasar di tengah ancaman bencana asap.

Baca Juga: Kunjungan ISPA dan Diare di Pontianak Meningkat, Kabut Asap hingga Air Bersih Disorot

“Kami bersama Forkopimcam melakukan pengecekan langsung ke Puskesmas Pahauman untuk melihat kondisi pelayanan kesehatan sekaligus memastikan pasien yang menjalani perawatan mendapatkan penanganan dengan baik. Kesehatan masyarakat merupakan hal yang harus menjadi perhatian bersama,” ujar AKP Triyono.

Mengingat kondisi udara yang kurang bersahabat, Triyono mengimbau warga untuk cepat tanggap dan tidak meremehkan gejala gangguan kesehatan. Apabila merasakan keluhan seperti sesak napas, batuk, pilek, atau demam, masyarakat diminta segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.

Melalui sinergi aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, dan tenaga kesehatan ini, pelayanan medis di tingkat tapak diharapkan dapat terus berjalan optimal untuk mencegah timbulnya korban jiwa akibat bencana asap. (mif/r)

 

Editor : Rafael B. Junior
Sengah Temila ispa landak karhutla kabut asap