Atasi Karhutla di Lahan Gambut, Polres Landak Sukses Gunakan Formula X-Fire di Kawasan Mandor

Miftahul Khair • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 14:39 WIB
Personel Polres Landak menjajal cairan Fire-X untuk memadamkan api di lahan gambut di Kecamatan Mandor pada Minggu (13/9). (HUMAS POLRES LANDAK)
Personel Polres Landak menjajal cairan Fire-X untuk memadamkan api di lahan gambut di Kecamatan Mandor pada Minggu (13/9). (HUMAS POLRES LANDAK)

PONTIANAK POST – Memasuki musim rawan kekeringan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuntut penanganan yang lebih mutakhir. Menjawab tantangan tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Landak, jajaran Polda Kalimantan Barat, meluncurkan terobosan baru dengan mengaplikasikan formula cairan X-Fire. Uji coba pemadaman ini difokuskan pada hamparan gambut seluas dua hektare yang sebelumnya dilahap api di Dusun Air Hitam, Desa Ngarak, Kecamatan Mandor, pada Sabtu petang (12/9).

Lahan gambut dikenal sangat menantang dan berisiko tinggi saat terbakar. Karakteristik materialnya membuat bara api sering bersembunyi jauh di bawah permukaan, sehingga meski bagian atas terlihat aman, api bisa sewaktu-waktu kembali berkobar. Untuk menaklukkan medan sulit ini, Kepala Satuan (Kasat) Samapta Polres Landak AKP Zulianto turun langsung memimpin operasi bersama personel gabungan guna menyuntikkan formula pemadam tepat ke titik-titik panas (hotspot) tersembunyi.

Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, menjelaskan bahwa taktik konvensional terkadang kurang optimal untuk lahan berselimut gambut. Oleh karena itu, pendekatan baru diperlukan. “Kami terus berupaya melakukan inovasi dalam penanganan karhutla. Penggunaan formula X-Fire ini kami uji coba untuk membantu proses pemadaman, khususnya pada lahan gambut yang membutuhkan penanganan lebih intensif karena api dan bara dapat berada di bawah permukaan tanah,” ujar Devi.

Baca Juga: Api di Lahan Gambut Padam Total Tanpa Asap! Polres Ketapang Jajal Racikan Cairan X-Fire

Dalam penerapannya di lapangan, petugas tidak menyiramkan air secara sembarangan. Formula diracik dengan presisi dalam tangki berkapasitas 1.000 liter. Terdapat komposisi ideal yang digunakan, yakni 800 liter air murni dipadukan bersama 200 liter senyawa X-Fire. Cairan yang sudah diaduk sempurna ini lalu dialirkan menggunakan mesin pompa portabel. Melalui selang bernozel khusus, racikan tersebut diinjeksikan secara terarah hingga mampu menembus lapisan tanah gambut yang membara.

Lebih lanjut, Devi menekankan bahwa operasi di lahan gambut tidak bisa sekadar mengandalkan pemadaman visual semata. Fase pendinginan intensif pasca-pemadaman adalah kunci utama demi memastikan bencana asap tidak kembali menghantui warga.

“Target kami bukan hanya api terlihat padam, tetapi memastikan proses pendinginan berjalan maksimal dan tidak ada lagi titik bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali. Karena itu, proses pemadaman di lahan gambut harus dilakukan secara menyeluruh,” kata Devi.

Langkah progresif kepolisian ini menjadi wujud nyata empati dan pelindungan kepada masyarakat dari bahaya laten kabut asap. Polres Landak juga memastikan ke depannya akan terus mengukuhkan sinergi lintas sektoral bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta masyarakat adat demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan publik. (*)

Editor : Miftahul Khair
cairan fire-x Polres Landak karhutla kalbar titik api