Antisipasi Karhutla Panjang, Karolin: Personel Jaga Kesehatan Fisik, Jangan Sampai Tumbang

Miftahul Khair • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 14:47 WIB
Bupati Landak Karolin Margret Natasa memantau posko tanggap darurat Karhutla pada Jumat (11/9). (HUMAS PEMKAB LANDAK)
Bupati Landak Karolin Margret Natasa memantau posko tanggap darurat Karhutla pada Jumat (11/9). (HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST – Menghadapi ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino, Pemerintah Kabupaten Landak bergerak cepat memperkuat barisan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fokus utama tidak hanya pada titik api, tetapi juga kesehatan para petugas pemadam di garis depan.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, memberikan perhatian mendalam terhadap stamina para pejuang lapangan—gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan. Saat meninjau Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla Kabupaten Landak pada Jumat (11/9), ia menegaskan pentingnya manajemen jam kerja yang manusiawi agar tidak ada petugas yang tumbang akibat kelelahan.

"Penanganan ini akan berlangsung panjang, tidak hanya satu dua hari. Saya minta pembagian tugas di posko diatur dengan baik agar seluruh personel tetap dalam kondisi prima. Jangan ada yang sampai tumbang atau sakit," tegas Karolin, Jumat 11 September 2026.

Baca Juga: Atasi Karhutla di Lahan Gambut, Polres Landak Sukses Gunakan Formula X-Fire di Kawasan Mandor

Guna menjaga ritme penanggulangan bencana tetap presisi dan terukur, Karolin memerintahkan agar rekapitulasi data titik panas (hotspot) diperbarui saban pagi. Pemkab Landak juga memperkuat jejaring komunikasi dan koordinasi hingga tingkat desa dan kecamatan.

Tak hanya itu, sebuah langkah terobosan diambil Karolin dengan memberlakukan skema piket gilir harian bagi para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Kepala Dinas. Para pejabat ini ditugaskan turun langsung mendampingi unsur pimpinan BPBD, Kodim, dan Polres dalam mengomandoi operasional harian posko.

Seiring meningkatnya intensitas operasi pemadaman di lapangan, arus kepedulian dari berbagai entitas juga terus mengalir deras ke posko utama. Karolin menginstruksikan agar seluruh bantuan logistik dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan secara efisien demi menyokong kebutuhan para petugas di medan terjal.

Kepala BPBD Kabupaten Landak, Stefanus Suseno Caroko Hadi, membenarkan adanya lonjakan gelombang pasokan logistik hingga Alat Pelindung Diri (APD) sejak 24 Agustus lalu. Dukungan tersebut datang dari kolaborasi lintas sektor—mulai dari instansi pemerintah, BUMN, korporasi swasta, perbankan, hingga aksi swadaya masyarakat.

Baca Juga: Warga Terdampak Karhutla di Kapuas Hulu Dapat Bantuan TNI, Masyarakat Diajak Jaga Hutan

Berdasarkan data rekapitulasi hingga 11 September 2026, posko telah menerima ratusan dus bahan makanan pokok, minuman, suplemen kesehatan, tabung oksigen, dan vitamin. Selain itu, peralatan operasional vital juga disalurkan, seperti masker respirator, senter kepala, sepatu bot safety, alat komunikasi walkie talkie, hingga tangki air fleksibel berkapasitas 500 liter.

Arus bantuan berskala besar tersebut di antaranya disokong oleh PT Perkebunan Nusantara IV Regional V, PT HPI, Bank Kalbar, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Landak, serta jajaran OPD seperti Inspektorat, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan.

"Seluruh dukungan logistik ini ditujukan penuh untuk menjaga daya tahan dan keselamatan fisik para personel gabungan yang sedang berjuang menjinakkan api di berbagai titik rawan," jelas Stefanus.

Melalui tata kelola posko yang solid, transparansi distribusi logistik, serta komitmen perlindungan keselamatan para petugas, Pemkab Landak optimistis mampu mengatasi ancaman karhutla secara maksimal demi melindungi masyarakat dari bahaya kabut asap. (*)

Editor : Miftahul Khair
jam kerja kesehatan personel karhutla kalbar bupati karolin Pemkab Landak