Tangani Dampak Asap Karhutla, Bupati Apresiasi Bantuan Logistik dari Pemprov

Miftahul Khair • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 15:49 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan menyalurkan bantuan logistik darurat bagi warga terdampak karhutla kepada Bupati Landak Karolin Margret Natasa di kantor gubernur Kalbar pada Jumat (18/9). (HUMAS PEMKAB LANDAK)
Gubernur Kalbar Ria Norsan menyalurkan bantuan logistik darurat bagi warga terdampak karhutla kepada Bupati Landak Karolin Margret Natasa di kantor gubernur Kalbar pada Jumat (18/9). (HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST - Penanganan dampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Landak kembali mendapat suntikan dukungan. Pemerintah Kabupaten Landak menyambut baik langkah cepat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) dalam menyalurkan bantuan logistik darurat bagi warga yang terdampak kabut asap.

​Penyerahan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan, di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, pada Jumat (18/9). Kabupaten Landak ditetapkan sebagai salah satu dari empat daerah penerima bantuan stok cadangan (buffer stock) ini karena masuk dalam kategori parah serta memerlukan intervensi logistik segera.

​Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian jajaran Pemprov Kalbar dalam merespons krisis kesehatan dan mobilitas yang tengah dihadapi masyarakatnya. ​“Kami berterima kasih dan mengapresiasi gerak cepat Bapak Gubernur Ria Norsan beserta jajaran Pemprov Kalbar. Bantuan ini sangat krusial bagi warga Landak yang saat ini aktivitas dan kesehatannya sangat terganggu oleh dampak kabut asap akibat karhutla,” ujar Karolin di Pontianak, Jumat.

Baca Juga: Sentuh Warga Terdampak Karhutla, Polsek Meliau Salurkan Paket Sembako bagi Warga Kurang Mampu

​Dalam alokasi tahap ini, Pemkab Landak menerima total 500 paket bantuan yang terdiri atas 250 paket makanan dan 250 paket sandang. Rincian bantuan pangan meliputi 1.250 kilogram beras, 250 kilogram gula, 250 liter minyak goreng, 1.000 kaleng sarden, dan 2.500 bungkus mi instan. Sementara itu, bantuan sandang terdiri atas selimut, handuk, dan sarung yang masing-masing berjumlah 250 helai.

​Karolin menegaskan bahwa seluruh logistik bantuan tersebut langsung dimobilisasi pada hari yang sama menuju Kabupaten Landak tanpa menunda proses pendistribusian. ​“Hari ini juga logistik langsung kami bawa ke Landak. Tim dari Dinas Sosial dan BPBD Landak sudah memetakan titik-titik kecamatan dan desa yang kondisinya paling parah terdampak kabut asap. Kami pastikan distribusinya merata, cepat, dan tepat sasaran,” tegas Karolin.

​Lebih jauh, Karolin mengakui bahwa eskalasi titik panas (hotspot) beberapa pekan terakhir tidak hanya memicu gangguan pernapasan, tetapi juga mulai melumpuhkan denyut perekonomian warga di tingkat desa. ​“Dampak Karhutla ini tidak main-main, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi roda perekonomian desa ikut terhambat. Oleh karena itu, selain menyalurkan bantuan pangan untuk meringankan beban warga, fokus utama kami di lapangan saat ini adalah pemadaman titik api secara masif,” ungkapnya.

​Guna mencegah memburuknya kualitas udara, Karolin terus memperketat pengawasan di lapangan sembari memberikan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat terkait metode pembukaan lahan. ​“Saya mohon pengertian dan kerja sama dari seluruh masyarakat Landak. Mari kita hentikan dulu kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar. Keselamatan dan kesehatan bersama harus diutamakan. Pemkab Landak bersama TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni akan terus berjaga dan berjibaku di lapangan siang dan malam hingga darurat asap ini usai,” pungkas Karolin.

Baca Juga: Water Bombing Karhutla di Kayong Utara Tak Bisa Terbang, Kabut Asap Ganggu Keselamatan

​Selain Kabupaten Landak, penyaluran bantuan logistik bencana karhutla dari Pemprov Kalbar ini juga difokuskan ke tiga wilayah prioritas lainnya, yakni Kabupaten Mempawah, Sekadau, dan Sanggau. Pemprov Kalbar turut mengoordinasikan distribusi sarana pemadaman tambahan berupa unit mesin pompa air dan selang sesuai kebutuhan teknis tiap daerah. (mif/r)

Editor : Miftahul Khair
kabut asap Kalbar karhutla Landak ria norsan bantuan logistik karolin margret natasa