Kasus ISPA Landak Melonjak Akibat Kabut Asap, Bupati: Puskesmas Siaga 24 Jam

Miftahul Khair • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 15:51 WIB
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menginstruksikan Puskesmas untuk siaga 24 jam untuk menangani pasien ISPA akibat kabut asap pekat. (HUMAS PEMKAB LANDAK)
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menginstruksikan Puskesmas untuk siaga 24 jam untuk menangani pasien ISPA akibat kabut asap pekat. (HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST - Peningkatan paparan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Guna mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Pemerintah Kabupaten Landak menginstruksikan seluruh jajaran fasilitas kesehatan untuk siaga penuh.

​Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengonfirmasi bahwa tren kenaikan gangguan pernapasan di wilayahnya sejatinya telah terdeteksi sejak dua bulan lalu seiring memburuknya kualitas udara.

​“Dari kasus ISPA yang terlaporkan tidak ada peningkatan kasus yang signifikan. Peningkatan kasus ISPA telah terjadi dari bulan Juli akibat kabut asap,” ujar Karolin, Kamis (17/9).

Baca Juga: Kabut Asap Pekat Picu Kasus ISPA di Mempawah Naik, Tercatat 20.518 Kasus hingga September

​Berdasarkan pemataan Dinas Kesehatan, persebaran kasus tertinggi saat ini terkonfirmasi berada di wilayah kerja Puskesmas Ngabang. Menariknya, temuan di lapangan menunjukkan kelompok usia dewasa justru mendominasi penderita ISPA dibandingkan kelompok rentan seperti balita atau lansia.

​“Dari data persentase kasus ISPA per kategori umur menunjukan usia dewasa menjadi urutan pertama, dikarenakan pada usia dewasa tingkat aktivitas atau kegiatan di luar rumah sangat tinggi,” jelas Karolin.

​Menyikapi kondisi tersebut, Karolin memerintahkan Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas untuk mengaktifkan skema pelayanan nonstop. Selain menjamin ketersediaan pasokan obat-obatan, fasilitas kesehatan juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang krisis.

​“Dinkes dan Puskesmas siaga 24 jam dengan mendirikan Posko Kesehatan dan posko oksigen. Saat ini obat ISPA di puskesmas selalu terpantau dan cukup,” tegas Bupati Landak tersebut.

Baca Juga: Kabut Asap dan Krisis Air Bersih, Kasus ISPA serta Diare di Kubu Raya Ikut Meningkat

​Pemkab Landak turut menerapkan mekanisme pengawasan berkala melalui integrasi pelaporan berbasis digital. Langkah ini diambil agar pergerakan grafik kasus di setiap kecamatan dapat terpantau secara riil dan terukur.

​“Setiap puskesmas wajib melaporkan kasus ISPA setiap hari melalui aplikasi Kemenkes untuk memantau perkembangan kasus ISPA setiap harinya,” kata Karolin.

​Mengingat fluktuasi ketebalan asap yang belum stabil, Karolin mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri. Penggunaan masker medis serta pembatasan agenda di luar ruangan menjadi imbauan utama.

​“Saya mengimbau masyarakat untuk selalu memakai masker dan membatasi kegiatan di luar ruangan, jika tidak sangat penting,” imbau Karolin.

​Warga yang merasakan gejala klinis berat, seperti sesak napas, tarikan dinding dada ke dalam, demam tinggi persisten, hingga penurunan kesadaran, diminta untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat demi mendapatkan penanganan medis sedini mungkin. (mif/r)

Editor : Miftahul Khair
kabut asap Landak ISPA Landak Puskesmas Ngabang posko oksigen karolin margret natasa