Bupati Karolin Ungkap 59 Kasus Baru HIV/AIDS di Landak, Generasi Muda Jadi Perhatian Utama

Miftahul Khair • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 10:16 WIB
Bupati Karolin Margret Natasa menyerahkan hadiah kepada pemenang ajang Pemilihan Duta HIV/AIDS Kabupaten Landak Tahun 2026 di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Sabtu (19/9). (HUMAS PEMKAB LANDAK)
Bupati Karolin Margret Natasa menyerahkan hadiah kepada pemenang ajang Pemilihan Duta HIV/AIDS Kabupaten Landak Tahun 2026 di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Sabtu (19/9). (HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyoroti tingginya potensi ancaman penularan kasus HIV/AIDS yang kian marak mengincar kelompok usia produktif dan generasi muda. Imbauan tersebut disampaikannya saat menutup secara resmi ajang Pemilihan Duta HIV/AIDS Kabupaten Landak Tahun 2026 di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Sabtu (19/9).

Mengutip data Kementerian Kesehatan tahun 2025, Karolin memaparkan bahwa taksiran jumlah orang yang hidup dengan HIV di Indonesia diperkirakan telah melampaui 564.000 jiwa. Fenomena ini kian memprihatinkan lantaran porsi penemuan kasus-kasus baru mayoritas terdeteksi pada kelompok usia muda, yakni rentang 15 hingga 24 tahun.

“Sementara penyakit ini sampai hari ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan, baru sampai pada tahap pengendalian gejala. Jika terdeteksi pada usia yang sangat muda, maka selama puluhan tahun akan bergantung pada pengobatan,” ungkap Karolin.

Baca Juga: Kodim 1204/Sanggau Bekali Prajurit Edukasi Pencegahan HIV/AIDS dan Sosialisasi Hak Prajurit

Dinamika krisis kesehatan tersebut turut membayangi tingkat daerah. Karolin mengungkapkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Landak mencatatkan terdapat 59 temuan kasus baru HIV/AIDS sepanjang tahun 2025. Sebaran kasus tersebut utamanya terpusat di area berpopulasi padat seperti Kecamatan Ngabang, meski sejumlah kasus lain juga terdeteksi di luar wilayah tersebut.

Untuk merespons tantangan serius itu, Karolin menekankan peran krusial para pemuda, baik yang menang maupun tidak dalam pemilihan tersebut. Ia menitipkan tugas penting agar para duta bisa berperan aktif di tengah masyarakat.

"Pertama, edukator yang menyebarkan edukasi yang benar dan berbasis fakta terkait pencegahan kepada teman sebaya di sekolah, kampus, maupun masyarakat umum. Kedua, mengikis stigma dan diskriminasi, mengajak masyarakat untuk menjauhi virus dan penyakitnya, namun bukan menjauhi orangnya," tutur Karolin.

Lebih lanjut, peran ketiga yang disorotinya merupakan langkah preventif paling vital untuk menyelamatkan masa depan anak muda di wilayahnya. "Ketiga adalah yang paling penting, bagaimana semua menjadi agen untuk mendorong pola hidup yang sehat, mengajak generasi muda Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Landak untuk membentengi diri dari perilaku berisiko seperti seks bebas dan penyalahgunaan narkoba," tegas Karolin.

Sebagai wujud komitmen pemerintah daerah, Karolin memastikan Pemerintah Kabupaten Landak akan terus memperkuat program kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Langkah konkret yang disiapkan mencakup perluasan jangkauan skrining atau pemeriksaan dini, serta penguatan penyediaan fasilitas pengobatan bagi para penyintas di Kabupaten Landak. (mif/r)

Editor : Rafael B. Junior
HIV/AIDS Landak Duta HIV/AIDS 2026 kasus HIV Kalbar bupati karolin Kabupaten Landak