PONTIANAK POST — Musim kemarau yang berkepanjangan memicu krisis air bersih sekaligus memperburuk kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Landak. Merespons kondisi tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Landak menyalurkan bantuan 2.500 liter air bersih bagi warga terdampak di Dusun Tebing Tinggi, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Selasa (22/9).
Penyaluran air bersih dipimpin oleh Ipda Herlinus Sipit bersama jajaran personel Polres Landak. Kedatangan armada air bersih ini disambut antusias oleh para penghuni pemukiman yang telah bersiap membawa wadah penampungan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian keluarga.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud kepedulian instansinya dalam mengayomi dan merespons kesulitan masyarakat.
Baca Juga: Kulminasi Peduli Pontianak Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Air Bersih untuk Warga
"Kami terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam kondisi seperti saat ini. Bantuan air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga, terutama untuk keperluan konsumsi," ujar kapolres di Ngabang.
Langkah tanggap kepolisian mendapat apresiasi hangat dari pemerintah tingkat tapak. Ketua RT Dusun Tebing Tinggi, Mulyadi, mengungkapkan bahwa kemarau yang menahun telah memicu krisis pasokan air konsumsi harian di wilayahnya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Landak atas perhatian dan bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat. Bantuan ini sangat berarti bagi warga di tengah kondisi cuaca kemarau seperti sekarang," kata Mulyadi.
Tidak hanya menyuplai pasokan air bersih, personel Polres Landak juga membagikan masker gratis kepada masyarakat. Langkah preventif ini diambil guna melindungi pernapasan warga dari kepungan kabut asap dampak karhutla yang memburuk.
"Melalui kegiatan ini, jajaran Polres Landak turut mengimbau warga agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta mematuhi aturan hukum untuk tidak membakar lahan demi mencegah bahaya kabut asap yang lebih meluas," tutup Kapolres. (mif/r)
Editor : Rafael B. Junior