Pemkab Landak Kejar Target Swasembada Pangan, Produksi Padi Ditargetkan Lampaui Lumbung Kalbar

Miftahul Khair • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:09 WIB
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menyampaikan sambutan dalam rakor percepatan LTT, Calon Petani Calon Lahan (CPCL),  dan Sosialisasi Pertanian di Aula Kantor Bupati Landak, Ngabang, Selasa (22/9). (HUMAS PEMKAB LANDAK)
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menyampaikan sambutan dalam rakor percepatan LTT, Calon Petani Calon Lahan (CPCL), dan Sosialisasi Pertanian di Aula Kantor Bupati Landak, Ngabang, Selasa (22/9). (HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan program swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Langkah ini diwujudkan melalui upaya keras memenuhi target Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) serta Luas Tambah Tanam (LTT), di tengah tantangan iklim yang kurang menentu.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan bahwa koordinasi intensif bersama pemerintah pusat dan provinsi terus dibangun agar seluruh target sektor pertanian dapat terkejar secara optimal hingga penghujung tahun. "Ya, kami terus berkoordinasi dengan baik provinsi maupun pusat ya," ungkap Karolin, di Aula Kantor Bupati Landak, Ngabang, Selasa (22/9).

Karolin mengakui bahwa sasaran produksi dari pemerintah pusat terbilang menantang. Namun, pihaknya tetap melangkah optimistis dalam mendorong akselerasi di lapangan. "Karena penetapan target ini kan dari Pak Menteri. Kami terus mendorong agar kita di Kabupaten Landak bisa memenuhi target meupun sasaran yang telah ditetapkan," tambahnya.

Baca Juga: Kurangi Pembakaran Lahan, Satgas Karhutla TNI Uji Limbah Sawit untuk Olah Lahan Padi

Berdasarkan pemantauan di lapangan, dinamika cuaca ekstrem seperti fenomena El Nino dan ketidakpastian intensitas hujan menjadi kendala utama. Siklus ini membuat sebagian kelompok tani memilih untuk menahan jadwal penanaman demi menekan risiko kerugian.

"Dengan belum turunnya hujan secara optimal di tempat kita ada beberapa petani di beberapa wilayah itu berdasarkan pantauan kami menunda menanam karena menunggu hujan lebih stabil," jelas Karolin.

Keputusan para petani untuk mengundurkan jadwal tanam dinilai sebagai langkah rasional demi menjaga ketersediaan benih dan modal kerja. "Khawatir kalau ditanam terlalu awal akan mengalami kekeringan dan malah tidak tumbuh atau gagal panen," tuturnya.

Sebagai langkah responsif, Pemkab Landak bersama Kementan mengintervensi persoalan air melalui modernisasi sarana pendukung pertanian, termasuk distribusi pompa air dan penataan jaringan irigasi. "Kita sudah mendapat bantuan pompa, kemudian beberapa saluran irigasi tersier juga terus dibenahi agar nanti sumber air yang ada itu bisa optimal untuk mengairi sawah," beber Karolin. Sementara bagi komoditas padi gogo, pasokan air masih sangat bergantung pada curah hujan alami.

Di sisi lain, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Barat, Anjar Suprapto, menggarisbawahi pentingnya penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam mengawal program Kementan di wilayah Landak. "Acara ini kami maksudkan untuk konsolidasi penyuluh di Kabupaten Landak dalam rangka monitoring dan evaluasi dari kegiatan-kegiatan Kementerian Pertanian yang ada di Kabupaten Landak," ujar Anjar.

Anjar turut menyampaikan apresiasi tinggi atas tingginya kepedulian Bupati Karolin terhadap sektor agraris daerah. "Saya yakin Kabupaten Landak ini salah satu kabupaten atau bahkan kabupaten yang paling di Provinsi Kalimantan Barat ini yang punya atensi terhadap pertanian yang sangat tinggi," tegasnya.

Atensi kuat tersebut terbukti membawa lompatan besar bagi performa pertanian Kabupaten Landak hingga sanggup melampaui wilayah lumbung pangan tradisional lainnya di Kalimantan Barat. "Dua tiga tahun ini terakhir ini pertanian Kabupaten Landak ini apa namanya cukup tinggi peningkatannya, bahkan bisa mengalahkan dua kabupaten lainnya lumbung padi yaitu Kabupaten Sambas dan Kabupaten Mempawah," pungkas Anjar. (mif/r)

Editor : Rafael B. Junior
Pertanian Landak LTT Kalbar produksi padi landak Swasembada Pangan