Lindungi ASN dari Kabut Asap, Pemkab Landak Tiadakan Apel Pagi di Luar Ruangan

Miftahul Khair • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 11:16 WIB
Karolin Margret Natasa, Bupati Landak
Karolin Margret Natasa, Bupati Landak

PONTIANAK POST — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap pekat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, direspons dengan tindakan cepat oleh pemerintah daerah. Selain menggencarkan pemadaman di titik api, Pemerintah Kabupaten Landak mengambil langkah preventif guna melindungi kesehatan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menginstruksikan seluruh jajaran instansi untuk meniadakan kegiatan apel pagi di luar ruangan sementara waktu. Sebagai gantinya, para pegawai diarahkan menggelar doa bersama di dalam ruangan kantor masing-masing.

“Kesehatan aparatur sipil negara dan seluruh masyarakat Landak adalah prioritas utama. Mengingat kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap, saya menginstruksikan seluruh instansi untuk meniadakan apel pagi di luar ruangan dan menggantinya dengan doa bersama di dalam ruangan,” tegas Karolin di Ngabang, Kamis (24/9).

Baca Juga: Kian Mengkhawatirkan! DPRD Kalbar Dorong Strategi Jangka Panjang Tangani Karhutla Ketapang

Instruksi ini langsung diimplementasikan secara serentak oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Kamis pagi. Sejumlah dinas, seperti Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, mengalihkan rutinitas apel pagi menjadi momen permohonan spiritual bersama.

Bupati Karolin menekankan bahwa doa bersama ditujukan untuk memohon keselamatan bangsa, perlindungan kesehatan, serta memohon diturunkannya hujan agar bencana karhutla segera mereda.

“Selain mengganggu pernapasan, kabut asap ini juga menghambat aktivitas ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, kita tidak hanya mengandalkan usaha fisik seperti pemadaman, tetapi juga upaya spiritual memohon hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Kebijakan ini diambil seiring meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Landak akibat paparan asap. Sebagai salah satu daerah terdampak karhutla paling parah di Kalimantan Barat, Pemkab Landak bersama Pemprov Kalbar juga menyalurkan bantuan logistik darurat serta mesin pompa air untuk mendukung upaya pemadaman di lapangan.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Picu ISPA pada 40 Ribu Balita, Pilu Curhatan Orang Tua Viral di Media Sosial

Di sisi pelayanan kesehatan, Pemkab Landak menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan guna mengantisipasi penambahan pasien ISPA. “Dinkes dan Puskesmas juga kami siagakan 24 jam dengan mendirikan Posko Kesehatan dan menyiapkan suplai oksigen karena kasus ISPA yang mulai meningkat. Maka dari itu, ASN harus mematuhi protokol kesehatan dan menjadi contoh dengan membatasi kegiatan di luar gedung,” ujar Karolin.

Karolin berharap gerakan doa serentak dan pembatasan aktivitas luar ruangan ini mampu menjaga kondisi fisik para abdi negara sekaligus menebar pesan kepedulian bagi seluruh masyarakat.

“Saya berharap doa bersama yang dilakukan secara serentak ini membawa kebaikan bagi kita semua. Mari kita tetap semangat, saling menjaga kesehatan, dan terus berdoa agar kabut asap segera hilang sehingga langit Landak kembali biru,” pungkasnya. (mif/r)

 

Editor : Hanif
kabut asap Landak karhutla Landak ASN Landak ispa Pemkab Landak