PONTIANAK POST — Dampak musim kemarau panjang yang memicu kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Landak disikapi sigap oleh pemerintah daerah.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa, turun langsung mengawal distribusi air bersih secara gratis bagi warga terdampak di Gang Damai, Dusun Hilir Kantor, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kamis (24/9).
Penyaluran air bersih yang dipusatkan di halaman Masjid Babul Hasanah tersebut disambut antusias oleh warga. Pasalnya, sumur-sumur galian milik pemukiman warga telah mengering, sementara sisa air tanah yang tersisa dikeluhkan berbau lumpur serta berisiko memicu rasa gatal pada kulit.
Baca Juga: Perempuan dalam Kepungan Asap, Api, dan Air Asin
Bupati memantau langsung armada mobil tangki dan menenangkan antrean warga yang membawa jerigen serta wadah penampungan air. Ia memastikan distribusi air tangki akan terus digulirkan secara berputar.
"Nanti dia mobile, Bu. Nanti habis ini, kita isi ulang kembali," ujar Karolin menenangkan warga di sela-sela pengisian air.
Sembari mengawasi selang distribusi, Karolin berdialog memberi penguatan moral kepada masyarakat di tengah ujian bencana kekeringan tersebut.
Karolin menjelaskan bahwa terhentinya suplai air bersih reguler ke rumah-rumah warga disebabkan oleh penyusutan drastis pada debit sumber air baku daerah.Hal ini memaksa perumda air minum setempat menerapkan sistem giliran atau skema zonasi wilayah.
"Saat ini kondisi air baku kita memang kurang, sehingga pembagian air dilakukan per zona. Riam Stegung sudah tidak mengalir airnya, maka kita antisipasi dengan menambah kapasitas pompa untuk mem-backup pasokan dari Sungai Landak," ungkap Karolin memaparkan penanganan darurat jangka pendek.
Baca Juga: Kemarau Panjang Ganggu Jalur Sungai di Sintang, Pemkab Siapkan Mitigasi untuk Warga Pedalaman
Dorong Pengerukan Sungai Landak
Selain skema tanggap darurat, Karolin menyoroti persoalan mendasar berupa pendangkalan parah di sepanjang aliran Sungai Landak yang mengganggu kerja mesin penyedot air.
Guna mengatasi masalah tersebut secara permanen, Pemkab Landak telah mengajukan usulan pengerukan sungai kepada pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Landak berkomitmen terus menyiagakan penyaluran air tangki keliling sebagai pelayanan dasar darurat hingga curah hujan kembali normal dan pasokan air baku terdistribusi stabil.
"Kita sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Satker BWS Kalimantan 1 untuk melakukan normalisasi sungai. Permukaan Sungai Landak ini sekarang hanya 80 sentimeter, dan 30 sentimeter di antaranya adalah pasir serta limbah. Pemompaan tidak akan maksimal jika level air tidak mencapai 1,5 hingga 2 meter," tegas Karolin. (mif/r)
Editor : Hanif