Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengapa Tetap Bau Badan Meski Sudah Mandi? Ini Penyebab dan Solusinya

Miftahul Khair • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 13:40 WIB
Ilustrasi bau badan yang menganggu. (FREEPIK)
Ilustrasi bau badan yang menganggu. (FREEPIK)

PONTIANAK - Bau badan sering menjadi masalah bagi banyak orang, mulai dari remaja hingga dewasa.

Meski sudah mandi, menggunakan deodoran, dan menjaga kebersihan, bau badan masih bisa muncul.

Kondisi ini membuat banyak orang bertanya-tanya apa yang sebenarnya menjadi penyebabnya.

Selain faktor kebersihan, ada banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi bau badan, termasuk makanan yang dikonsumsi hingga kondisi kesehatan tertentu.

Menurut dr Sungadi Santoso dari kanal YouTube SB30Health, menjelaskan penyebab utama bau badan yang seringkali tidak diketahui banyak orang serta solusinya agar tetap wangi sepanjang hari.

Penyebab Bau Badan dan Solusinya

  1. Perubahan Hormon

Masalah bau badan biasanya dimulai saat remaja, ketika hormon androgen mulai meningkat.

Peningkatan hormon ini menyebabkan kelenjar keringat bekerja lebih aktif, dan keringat yang bertemu dengan bakteri di permukaan kulit memicu bau.

Untuk mengurangi bau, penting untuk menjaga kebersihan tubuh, mandi teratur, dan menggunakan deodoran.

  1. Lima Area Tubuh yang Rentan Bau

- Rambut kepala: Khususnya bagi mereka yang sering menggunakan topi atau beraktivitas di luar ruangan, rambut yang basah karena keringat bisa menyebabkan bau. Solusinya, cuci rambut secara teratur dan keringkan dengan benar.

- Mulut: Sisa makanan yang tertinggal di gigi, terutama makanan berbau tajam seperti durian atau jengkol, bisa menyebabkan bau mulut. Gunakan sikat gigi dan mouthwash untuk menjaga kebersihan mulut.

- Ketiak: Ketiak sering berkeringat dan berisiko menimbulkan bau. Solusi terbaik adalah menjaga kebersihan dan menggunakan deodoran.

- Selangkangan: Sama seperti ketiak, area ini adalah lipatan tubuh yang mudah berkeringat. Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat untuk mengurangi bau.

- Kaki: Keringat berlebihan di kaki, terutama saat menggunakan sepatu tertutup sepanjang hari, bisa menyebabkan bau tidak sedap. Ganti kaus kaki secara berkala dan pilih yang berbahan katun agar lebih nyaman.

  1. Makanan yang Dikonsumsi

Makanan yang kita makan juga berpengaruh pada bau badan. Beberapa makanan yang bisa memicu bau antara lain:

- Rempah-rempah: Mengonsumsi rempah dalam jumlah banyak dapat menyebabkan gas sulfur, yang dikeluarkan melalui keringat dan napas.

- Daging merah: Daging merah memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna dan bisa menghasilkan toksin serta gas yang memicu bau badan.

- Alkohol: Bau alkohol dapat tercium dari napas dan keringat setelah mengonsumsi alkohol.

- Makanan olahan: Junk food dapat mengganggu pencernaan, menyebabkan masalah bau mulut.

- Tembakau: Orang yang merokok cenderung memiliki bau khas yang dapat bertahan lama di tubuh.

  1. Kondisi Kesehatan

Beberapa masalah kesehatan juga bisa menyebabkan bau badan, seperti:

- Diabetes: Kadar gula darah tinggi bisa menyebabkan kulit mengeluarkan bau tidak sedap.

- Masalah pencernaan: Penyakit seperti gastritis atau maag sering memicu bau mulut karena gangguan pada saluran pencernaan.

- Penyakit liver: Gangguan pada hati juga dapat menyebabkan bau badan atau bau mulut.

Baca Juga: Capaian Rekrutmen Sasaran Datang ke Posyandu Baru 56,8 Persen

Untuk menghindari bau badan yang tidak sedap, penting menjaga kebersihan tubuh, memilih makanan yang sehat, serta mengenali kondisi kesehatan yang mungkin mempengaruhi bau tubuh Anda.

Dengan menjaga pola makan dan kebersihan, Anda bisa tetap segar dan percaya diri sepanjang hari. (mif)

Editor : Miftahul Khair
#penyebab bau badan #bau badan