PONTIANAK - Bau ketiak sering menjadi masalah yang mengganggu rasa percaya diri banyak orang.
Ketiak adalah area tubuh yang cenderung mudah berkeringat karena posisinya yang tertutup dan lipatan kulitnya.
Akibatnya, bakteri mudah berkembang biak di sana dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
Masalah keringat berlebih juga bisa diperparah oleh berbagai faktor, mulai dari jenis makanan yang dikonsumsi hingga gaya hidup.
Menurut dr Sungadi Santoso dalam kanal Youtube SB30 Health, terdapat beberapa penyebab utama keringat berlebih dan bau di area ketiak, serta beberapa solusi efektif untuk mengatasinya.
Simak penjelasan berikut agar kamu bisa lebih memahami cara menjaga kebersihan ketiak dan mengurangi masalah bau yang tidak sedap.
Penyebab Utama Keringat Berlebih dan Bau Ketiak
- Kelenjar Apokrin dan Bakteri
Tubuh kita memiliki dua jenis kelenjar keringat, yaitu ekrin dan apokrin. Kelenjar apokrin yang terletak di area ketiak, selangkangan, dan kepala biasanya menghasilkan keringat yang mengandung lemak dan protein.
Saat keringat ini bercampur dengan bakteri di kulit, bakteri memecah komponen-komponen tersebut dan menghasilkan bau. Inilah penyebab utama mengapa ketiak sering berbau tidak sedap.
- Makanan yang Dikonsumsi
Apa yang kamu makan juga dapat memengaruhi aroma tubuhmu. Misalnya, orang yang mengonsumsi makanan berempah kuat seperti kari atau makanan yang mengandung banyak produk susu cenderung memiliki bau badan yang khas.
Zat sisa dari makanan tersebut akan diekskresikan melalui keringat, sehingga memberikan aroma yang berbeda. Jadi, pola makan yang bervariasi akan mempengaruhi bau tubuh.
- Pengaruh Alkohol dan Rokok
Alkohol dan rokok juga berperan besar dalam memengaruhi bau badan.
Seseorang yang mengonsumsi alkohol sering kali akan memiliki bau keringat yang mengandung aroma alkohol, bahkan setelah selesai minum.
Sedangkan bagi perokok, bau rokok yang menempel di tubuh sering kali sulit dihilangkan meskipun telah menggunakan parfum.
- Stres dan Kondisi Emosional
Tingkat stres juga dapat memengaruhi produksi keringat.
Orang yang sedang stres atau cemas cenderung menghasilkan keringat berlebih yang aromanya lebih menyengat dibandingkan saat tubuh dalam kondisi rileks.
Misalnya, mahasiswa yang sedang menghadapi ujian sering kali merasakan keringat mereka lebih berbau.
- Kebersihan Diri yang Kurang Terjaga
Malas mandi atau tidak segera mengganti pakaian setelah berkeringat bisa menyebabkan bakteri berkembang biak dengan cepat di area ketiak, sehingga menimbulkan bau.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri sangat penting untuk mengurangi risiko bau badan.
Solusi Mengatasi Ketiak Berkeringat Berlebih dan Bau
- Gunakan Deodorant atau Antiperspirant
Deodorant berfungsi untuk mengontrol bau badan dengan membunuh bakteri, sementara antiperspirant bekerja untuk mengurangi produksi keringat.
Pilih produk yang sesuai dengan kebutuhanmu dan gunakan secara bijak agar tidak menyebabkan iritasi pada kulit atau noda pada pakaian.
Baca Juga: Meningkatkan rasa percaya diri di acara formal bersama Orchardz Hotel Ayani Pontianak
- Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi
Cobalah untuk mengurangi konsumsi makanan yang dapat memicu bau keringat, seperti makanan berempah kuat, produk susu, dan alkohol.
Mengonsumsi makanan yang lebih ringan dapat membantu mengurangi intensitas bau tubuh.
- Kelola Stres dengan Baik
Untuk mengurangi keringat berlebih yang disebabkan oleh stres, penting untuk menjaga keseimbangan emosional.
Teknik relaksasi seperti meditasi atau olahraga ringan bisa membantu.
- Jaga Kebersihan dengan Mandi Teratur
Selalu mandi setelah beraktivitas berat atau berkeringat agar bakteri tidak sempat berkembang biak.
Ganti pakaian yang basah oleh keringat segera dan jangan biarkan ketiak basah terlalu lama.
- Konsultasi dengan Dokter
Jika masalah bau badan dan keringat berlebih tidak kunjung teratasi, konsultasikan dengan dokter kulit.
Beberapa tindakan medis seperti botox atau operasi untuk mengurangi aktivitas kelenjar keringat bisa menjadi solusi terakhir jika langkah-langkah lain tidak efektif.
Dengan menjaga pola makan, kebersihan diri, serta mengelola stres, kamu bisa mengurangi masalah keringat berlebih dan bau ketiak.
Penggunaan deodorant atau antiperspirant juga akan sangat membantu.
Jika perlu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. (mif)
Editor : Miftahul Khair