Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

PHK Bisa Mengguncang Mental, Ini Cara Sehat Melewati Setiap Fasenya

Siti Sulbiyah Kurniasih • Selasa, 6 Mei 2025 | 14:26 WIB
Ilustrasi menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ilustrasi menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK).

PONTIANAK POST - Riskiyana Adi Putra, M.Psi., Psikolog,  mengatakan bahwa dalam menghadapi kabar buruk seperti PHK, seseorang akan melalui beberapa fase psikologis. Proses ini penting untuk dipahami agar mereka yang terdampak bisa mengenali emosi dan melewatinya dengan sehat. 

Biasanya, kata dia, mereka akan melewati satu fase, yakni fase penolakan. “Lalu mereka akan masuk ke fase marah," paparnya.

Setelah melewati fase tersebut, lanjutnya, seseorang akan melewati fase kesedihan yang mendalam. Fase ini terjadi pada orang yang menerima kabar buruk. Namun, rasa sedih ini sebaiknya tidak ditahan dan harus disalurkan supaya emosi negatif menjadi hal positif.

Menurutnya, tidak boleh berlarut-larut dalam kekecewaan dan kesedihan, mengingat hidup harus terus berjalan. Pada masa ini, mereka harus berpikir positif dan mencari solusi konkrit terkait masalah yang dihadapi. 

"Kalau fase tersebut berjalan normal, kekecewaan tidak akan berlarut-larut. Mereka akan bisa berpikir lebih positif. Biasanya orang yang sudah menbangun konsep diri yang positif akan lebih mudah bangkit," katanya. 

Fase menerima kenyataan ini menjadi fase yang tepat untuk memulihkan kepercayaan diri. Kepercayaan diri bisa dibangun kembali dengan membuat perencanaan jangka pendek untuk mengatasi masalah yang ada saat ini. Salah satunya mencari pekerjaan baru atau pekerjaan sementara yang bisa menjadi sumber pendapatan.

"Buat rencana yang nyata dalam jangka pendek. Misalnya besok apa yang akan dilakukan. Tanya ke siapa saja yang mungkin bisa memberikan solusi. Di list akan menghubungi siapa saja. Perencanaan yang lebih dekat dan lebih konkrit, paling tidak membuat kondisi tidak dalam mode menganggur atau bikin stagnan," pungkasnya. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#PHK #psikologis #pekerjaan #Fase #mental