Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

7 Frasa Ini Dapat Ajarkan Anak Bersikap Tegas dan Percaya Diri Sejak Dini

Miftahul Khair • Selasa, 15 Juli 2025 | 14:41 WIB
Ilustrasi menanamkan rasa percaya diri kepada anak dengan frasa yang tepat.
Ilustrasi menanamkan rasa percaya diri kepada anak dengan frasa yang tepat.

PONTIANAK POST - Mengajarkan anak untuk bersikap tegas dan percaya diri bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mengenalkan mereka pada frasa yang tepat saat berkomunikasi.

Anak-anak yang terbiasa mengungkapkan perasaan dan menetapkan batasan sejak dini akan lebih mudah menghadapi tekanan sosial, menolak ajakan yang tidak nyaman, dan membangun rasa percaya diri yang sehat.

Melansir dari Huffpost.com, sikap tegas bukan berarti kasar atau melawan. Justru, ketegasan adalah bentuk komunikasi yang jujur, jelas, dan tetap menghormati orang lain.

Anak yang dibesarkan dengan keterampilan ini cenderung lebih mandiri secara emosional dan mampu menjaga dirinya sendiri dengan bijak.

Sebagai orang tua atau pengasuh, kita dapat mengenalkan beberapa kalimat sederhana namun kuat untuk membantu anak mengomunikasikan pikirannya tanpa merasa takut atau bersalah.

Beberapa kalimat ini juga bisa dipakai dalam berbagai situasi sosial, seperti di sekolah, lingkungan bermain, atau bahkan di rumah.

Berikut adalah tujuh frasa yang bisa mulai diajarkan kepada anak agar mereka tumbuh dengan keberanian untuk bersikap tegas, serta punya rasa percaya diri yang sehat.

1. “Aku tidak suka itu. Tolong hentikan.”

Frasa ini membantu anak menetapkan batasan secara jelas.

Saat mereka merasa tidak nyaman karena tindakan teman atau orang lain, kalimat ini memberi mereka ruang untuk menyuarakan perasaan tanpa menyalahkan siapa pun.

Anak belajar bahwa penting untuk mendengar perasaannya sendiri dan mengungkapkannya dengan tenang tapi tegas.

2. “Itu tidak baik bagiku.”

Kadang anak perlu menolak sesuatu tanpa membuat situasi menjadi tegang.

Frasa ini memberi kesan sopan sekaligus menunjukkan bahwa anak tahu apa yang baik atau tidak baik untuk dirinya.

Alternatif lain seperti “Aku tidak nyaman dengan itu” bisa digunakan dalam situasi yang memerlukan penolakan yang lebih halus.

3. “Tidak, terima kasih.”

Menolak ajakan atau tekanan teman tidak selalu mudah.

Namun dengan mengucapkan “Tidak, terima kasih,” anak bisa menjaga kesopanan sekaligus menunjukkan ketegasan.

Bila diperlukan, anak juga bisa menambahkan kalimat seperti, “Aku sudah membuat keputusan,” untuk memperkuat pendiriannya.

 Baca Juga: Toxic Positivity Bagi Anak: Bahaya yang Sering Tak Disadari Orang Tua

4. “Aku lebih suka mencoba sesuatu yang lain.”

Kalimat ini cocok digunakan saat anak ingin menawarkan pilihan lain daripada langsung menolak.

Misalnya saat diajak bermain sesuatu yang tidak disukai, anak bisa mengatakan kalimat ini untuk menyampaikan ketidaktertarikan tanpa merusak hubungan dengan temannya.

Ini mengajarkan anak pentingnya kompromi, tanpa harus mengorbankan kenyamanan pribadi.

5. “Aku butuh waktu untuk memikirkannya.”

Anak-anak sering merasa harus segera memberi jawaban dalam situasi sosial.

Kalimat ini memberi mereka waktu untuk mempertimbangkan dengan tenang sebelum mengambil keputusan.

Ini penting agar mereka tidak merasa terpaksa dan mampu mengambil sikap yang benar-benar sesuai dengan perasaannya.

6. “Aku menghargai pendapatmu, tapi aku berpikir berbeda.”

Frasa ini membantu anak mengutarakan pendapat yang berbeda tanpa harus menolak atau memusuhi orang lain.

Dalam percakapan kelompok atau diskusi, anak bisa menyampaikan pemikirannya dengan tetap menghormati lawan bicara.

Ini adalah langkah awal untuk membangun komunikasi yang dewasa dan sehat.

 

7. “Permisi, aku ingin mengatakan sesuatu.”

Tidak semua anak merasa percaya diri untuk bicara di depan umum atau saat berkumpul dengan teman-teman.

Frasa ini memberi mereka cara yang sopan untuk ikut dalam percakapan tanpa merasa harus memotong atau bersaing untuk berbicara.

Ini akan sangat berguna di kelas atau saat berada dalam kelompok.

Cara Mengajarkannya ke Anak

Mengenalkan frasa ini bisa dilakukan secara bertahap melalui percakapan sehari-hari.

Anda bisa mulai dengan tidak meremehkan perasaan anak, seperti mengatakan “jangan lebay” atau “gitu aja nangis”.

Sebaliknya, bantu mereka mengidentifikasi apa yang mereka rasakan dan kenapa mereka merasa demikian.

Gunakan juga permainan peran agar anak bisa mempraktikkannya dalam konteks yang ringan dan menyenangkan.

Buat skenario yang mungkin mereka temui, seperti diajak bermain sesuatu yang tidak mereka suka, lalu latih mereka untuk menyampaikan perasaannya dengan tenang.

Dan yang paling penting, jadilah contoh. Gunakan frasa ini dalam kehidupan sehari-hari Anda saat berinteraksi dengan orang lain, termasuk saat berbicara dengan anak.

Anak belajar paling cepat dari apa yang mereka lihat dan dengar langsung.

Penutup

Mengajarkan anak untuk bersikap tegas bukanlah soal mengajarkan mereka menjadi keras kepala, tapi tentang membekali mereka dengan kemampuan untuk menghargai diri sendiri dan orang lain dalam komunikasi sehari-hari.

Dengan mengenalkan frasa yang tepat, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang berani, percaya diri, dan tetap sopan.

Ini adalah bekal berharga yang akan mereka bawa sepanjang hidup. (*)

Editor : Miftahul Khair
#tegas #frasa #anak #Sejak Dini #Mengajarkan #percaya diri #sikap