PONTIANAK POST – Generasi Z kini mulai meninggalkan tren liburan yang sekadar ikut-ikutan.
Alih-alih mengejar destinasi yang sedang viral, mereka lebih memilih pengalaman autentik, lokasi sepi, dan suasana yang tenang.
CEO LateRoom, Matthew Fox, mengungkapkan bahwa pola pikir wisatawan Gen Z kini tidak lagi didominasi oleh FOMO (fear of missing out), melainkan bergeser ke JOMO (joy of missing out).
“Wisatawan Gen Z memimpin pergeseran dari pola pikir FOMO khas milenial. Kini mereka lebih menikmati perjalanan pribadi, tak harus sama dengan orang lain,” kata Fox, dikutip dari Newsweek, Rabu (14/8/2025).
Fox juga menyebut, Gen Z lebih tertarik mengeksplorasi destinasi baru ketimbang tempat-tempat yang ramai di media sosial.
Foto Instagramable Mulai Ditinggalkan
Tren berburu spot foto estetik untuk diunggah ke Instagram juga mulai ditinggalkan.
Gen Z kini lebih mementingkan suasana liburan yang otentik daripada keharusan eksis di media sosial.
CEO Cool Travel Vibes, Echo Wang, menyatakan bahwa banyak Gen Z merasa tidak nyaman berada di lokasi wisata yang terlalu padat dan hanya populer karena viral.
“Gen Z mulai kurang peduli dengan tempat wisata yang ramai. Mereka lebih memilih tempat yang membumi, sunyi, dan memberi koneksi emosional,” jelas Wang.
Rencana Liburan Lebih Terstruktur
Meskipun dikenal spontan, Gen Z perlahan menjauhi gaya solo backpacking tanpa rencana.
Mereka tetap fleksibel, namun cenderung menyusun agenda perjalanan yang lebih terorganisir.
Mereka juga enggan berpindah-pindah hotel dan lebih nyaman tinggal di satu tempat dalam waktu yang lebih lama.
Pilih Penginapan Unik daripada Mewah
Tren kerja jarak jauh turut memengaruhi preferensi akomodasi. Gen Z cenderung memilih penginapan yang mendukung produktivitas sekaligus menawarkan pengalaman unik.
Boutique hotel, hostel bergaya lokal, dan homestay kini lebih menarik perhatian dibanding hotel mewah yang serba formal.
“Ada perubahan cara berpikir. Kenyamanan tetap penting, tapi nuansa dan cerita di balik penginapan menjadi nilai tambah,” ujar Wang.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Gen Z tidak hanya mengubah cara berlibur, tapi juga menciptakan standar baru dalam dunia pariwisata yang lebih personal, sadar lingkungan, dan jauh dari hiruk-pikuk digital.(*)
Editor : Budi Miank