Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pasanganmu Selingkuh Berkali-Kali? Waspada, Kenali Pola Serial Cheater Menurut Ahli Psikologi

Syeti Agria Ningrum • Rabu, 24 September 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi pasangan yang sedang menghadapi konflik akibat perselingkuhan berulang.
Ilustrasi pasangan yang sedang menghadapi konflik akibat perselingkuhan berulang.

PONTIANAK POST - Perselingkuhan adalah salah satu bentuk pengkhianatan terbesar dalam sebuah hubungan.

Bagi sebagian pasangan, perselingkuhan bisa menjadi “sekali lalu selesai” karena disadari sebagai kesalahan besar. 

Namun, ada juga pola berbeda yang jauh lebih rumit yaitu pasangan yang terus-menerus mengulang perselingkuhan, atau dikenal sebagai serial cheater.

Fenomena ini bukan sekadar kebetulan atau kesalahan sesaat, melainkan bagian dari pola perilaku yang sudah mengakar dalam diri seseorang.

Menurut para ahli psikologi, individu dengan pola ini cenderung mengalami ketidakmampuan membangun keterikatan emosional yang sehat. Mereka bisa saja tampak penuh cinta, tetapi dalam waktu yang sama mencari validasi dan kepuasan dari orang lain di luar hubungan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini menyebabkan pasangan mereka berada dalam lingkaran luka batin, kehilangan kepercayaan, hingga trauma yang sulit dipulihkan.

Berikut pola dan karakteristik pasangan yang sering selingkuh:

Pola dan Karakteristik Pasangan yang Sering Selingkuh

Pasangan yang memiliki kecenderungan selingkuh berulang biasanya menunjukkan pola tertentu. Dari penjelasan di Psychology Today, beberapa di antaranya adalah:

1. Kesulitan Mengelola Komitmen

Individu dengan pola ini sering merasa "terjebak" dalam hubungan jangka panjang.

Mereka mungkin tampak setia di awal, tetapi ketika rutinitas hubungan berjalan, muncul dorongan untuk mencari validasi atau kegembiraan di luar.

2. Mencari Sensasi dan Pengakuan Baru

Menurut para psikolog, banyak pelaku perselingkuhan berulang yang terdorong oleh kebutuhan akan rasa excitement dan pengakuan.

Godaan "cinta baru" memberi ilusi kebebasan dan membuat mereka merasa lebih hidup, meski hanya sesaat.

Baca Juga: Sikap Tegas Menghadapi Pasangan Selingkuh: Pilih Memaafkan atau Berpisah?

3. Pola Kebohongan yang Konsisten

Selingkuh berulang biasanya dibarengi dengan kemampuan menyembunyikan jejak.

Hal ini bukan hanya soal pengkhianatan fisik, tetapi juga menumbuhkan pola kebohongan dalam komunikasi sehari-hari.

4. Menggunakan Hubungan Luar sebagai “Pelarian”

Riset dari The Gottman Institute menjelaskan bahwa sebagian orang yang selingkuh berulang kali sebenarnya menggunakan hubungan luar sebagai bentuk pelarian dari konflik rumah tangga.

Alih-alih menyelesaikan masalah dengan pasangan, mereka mencari kenyamanan di luar.

5. Ketidakmampuan Mengelola Emosi

Banyak serial cheater yang kesulitan menghadapi perasaan negatif, seperti bosan, marah, atau kecewa. Alih-alih mengelola emosi dengan sehat, mereka mencari pelampiasan instan melalui orang lain.

Baca Juga: Selingkuh Kecil yang Dianggap Sepele, Ketahui Bahayanya bagi Hubungan

Dampak Perselingkuhan Berulang

Perselingkuhan yang dilakukan sekali saja sudah bisa merusak kepercayaan, apalagi jika berulang kali. Menurut The Gottman Institute, dampaknya meliputi:

Cara Menyikapi Pasangan yang Sering Selingkuh

1. Evaluasi Hubungan Secara Jujur

Pertama, penting untuk menilai apakah hubungan ini masih layak dipertahankan.

Jika perselingkuhan sudah menjadi pola berulang, berarti ada masalah mendasar yang belum terselesaikan.

2. Bangun Komunikasi Terbuka

Menurut rujukan dari Psychology Today, langkah penting adalah berbicara secara jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Namun, komunikasi ini harus dengan hati-hati agar tidak berubah menjadi saling menyalahkan.

3. Pertimbangkan Konseling atau Terapi

The Gottman Institute menekankan pentingnya counseling untuk memulihkan hubungan setelah pengkhianatan.

Terapi pasangan bisa membantu memahami akar masalah, mengembalikan rasa aman, sekaligus melatih keterampilan komunikasi baru.

4. Tetapkan Batasan yang Tegas

Jika pasangan terus mengulangi kesalahan yang sama, penting untuk menegaskan batasan.

Keputusan untuk bertahan atau meninggalkan hubungan adalah hak penuh individu yang diselingkuhi.

5. Fokus pada Pemulihan Diri

Apapun keputusannya, orang yang dikhianati perlu memprioritaskan kesehatan mentalnya sendiri. Dukungan dari teman, keluarga, atau terapis sangat penting dalam proses ini.

Perselingkuhan berulang kali bukan sekadar kesalahan kecil, melainkan pola yang kompleks dan merusak.

Pola ini sering berkaitan dengan ketidakmampuan mengelola emosi, kebutuhan akan validasi eksternal, serta konflik yang tidak terselesaikan dalam hubungan.

Menghadapi pasangan seperti ini membutuhkan keberanian, komunikasi terbuka, serta kesadaran untuk menjaga diri sendiri.

Hubungan bisa diperbaiki bila kedua pihak sama-sama mau berubah, tetapi jika tidak, menjaga harga diri dan kesehatan mental harus menjadi prioritas utama. (*)

Editor : Miftahul Khair
#selingkuh #POLA #Cara Mengatasi #pasangan #serial cheater #ciri ciri