Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Cara Cerdas Menabung untuk Pensiun Sejak Muda Tanpa Harus Mengorbankan Gaya Hidup Sehari-hari

Syeti Agria Ningrum • Jumat, 10 Oktober 2025 | 15:30 WIB
Ilustrasi menabung.
Ilustrasi menabung.

PONTIANAK POST - Kebanyakan orang berpikir bahwa menabung untuk masa pensiun baru perlu dilakukan saat usia mendekati 40 atau 50 tahun.

Dirujuk dari laporan CNBC dan Forbes, justru usia muda adalah masa paling ideal untuk mulai menabung karena masih punya waktu panjang untuk memanfaatkan kekuatan bunga majemuk.

Sayangnya, banyak anak muda yang menunda karena merasa hidupnya belum stabil, gajinya belum besar, atau takut hidupnya terasa “pelit”. Padahal, menyiapkan masa pensiun tidak selalu berarti harus menahan diri dari kesenangan hidup. 

Kuncinya adalah perencanaan keuangan yang cerdas, realistis, dan konsisten. Berikut adalah cara yang dapat dilakukan untuk dapat menabung tanpa terlihat pelit:

1. Mulai Sedini Mungkin

Dirujuk dari CNBC, faktor waktu jauh lebih penting daripada jumlah uang yang kamu simpan. Semakin cepat kamu mulai, semakin ringan beban tabungan di masa depan.

Misalnya, orang yang mulai menabung Rp500.000 per bulan di usia 25 tahun akan memiliki hasil jauh lebih besar dibanding orang yang mulai menabung Rp1 juta di usia 35 tahun berkat efek bunga majemuk (compound interest).

Artinya, memulai lebih awal lebih penting daripada menunggu mampu menyisihkan banyak. Tidak masalah kalau jumlahnya kecil, yang penting adalah start now.

Gunakan prinsip “one hour rule” sisihkan uang setara dengan satu jam gaji per hari untuk investasi pensiun.

2. Terapkan Prinsip “Bayar Diri Sendiri Dulu”

Dirujuk dari Forbes menyarankan untuk menerapkan prinsip “pay yourself first”. Artinya, setiap kali menerima gaji, langsung sisihkan dana untuk tabungan pensiun sebelum digunakan untuk keperluan lain.

Dengan cara ini, kamu tidak merasa sedang “mengorbankan” uang, tapi justru sedang memberi hadiah untuk dirimu di masa depan.

Idealnya, sisihkan 10–15% dari penghasilan bulanan untuk tabungan pensiun. Kalau masih terasa berat, mulailah dari 5% dulu, lalu dinaikkan secara bertahap setiap tahun.

Gunakan fitur auto-debit dari rekening utama ke rekening investasi agar prosesnya otomatis dan tidak tergoda untuk digunakan.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Ajak Orang Tua Biasakan Anak Gemar Menabung Sejak Dini

3. Gunakan Investasi Sebagai Kendaraan, Bukan Ancaman

Menabung di rekening biasa saja tidak cukup, karena nilai uang bisa tergerus inflasi. Dirujuk dari CNBC Select menyarankan agar generasi muda mulai belajar menggunakan investasi sederhana sebagai alat menumbuhkan tabungan pensiun.

Beberapa instrumen yang cocok untuk pemula:

Tidak perlu langsung besar. Mulai dari nominal kecil, misalnya Rp100.000–Rp500.000 per bulan. Yang penting adalah disiplin dan berorientasi jangka panjang.

Gunakan prinsip “invest and forget”. Setelah berinvestasi, biarkan uang bekerja tanpa sering diutak-atik agar efek compounding berjalan maksimal.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Sri Dewi Sudarwati Berangkat Haji: Konsisten Menabung Rp 20 Ribu Setiap Hari Selama 16 Tahun

4. Nikmati Hidup, Tapi Tetap Punya Batas

Menabung untuk masa depan bukan berarti kamu harus meniadakan kesenangan sekarang. Kuncinya adalah menetapkan prioritas keuangan yang seimbang.

Kamu bisa membagi penghasilan dengan rumus 50/30/20 rule:

Dengan pembagian ini, kamu tetap bisa nongkrong, traveling, atau beli barang yang disukai, tapi tetap menabung untuk masa depan tanpa rasa bersalah.

Gunakan konsep mindful spending belanjakan uang hanya untuk hal-hal yang benar-benar memberi nilai atau kebahagiaan jangka panjang.

5. Buat Dana Darurat Sebelum Dana Pensiun

Sebelum fokus menabung pensiun, pastikan kamu sudah memiliki dana darurat minimal 3–6 bulan dari total pengeluaran bulanan.

Kenapa? Karena dana darurat akan melindungi tabungan pensiun dari kemungkinan “terpaksa diambil” saat keadaan mendesak, misalnya kehilangan pekerjaan atau biaya medis mendadak.

Simpan dana darurat di instrumen yang likuid seperti tabungan berjangka atau e-wallet berbunga agar mudah diakses saat dibutuhkan.

Baca Juga: Gerakan Menabung Satu Rekening Satu Pelajar, Literasi Keuangan Sejak Dini Lewat Lomba Menabung Pelajar

6. Evaluasi dan Sesuaikan Secara Berkala

Kondisi keuangan akan berubah seiring waktu gaji naik, tanggungan bertambah, atau target hidup bergeser.

Dilansir dari Forbes menyarankan untuk meninjau rencana keuangan setidaknya setahun sekali, agar strategi tabungan dan investasi tetap relevan dengan tujuan hidupmu.

Jika penghasilan meningkat, tingkatkan porsi investasi pensiun 1–2% setiap tahun. Dengan cara ini, tabunganmu tetap berkembang tanpa terasa berat. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Pensiun #menabung #perencanaan keuangan #anak muda #gaya hidup