PONTIANAK POST — Pernah tidak sih, kamu bercermin di toko pakaian lalu tiba-tiba merasa lebih keren dari biasanya? Padahal orangnya sama, badannya sama, bahkan ekspresinya juga tidak berubah.
Namun, entah mengapa pantulan di cermin toko baju selalu terasa lebih niat.
Tubuh terlihat lebih proporsional, kulit tampak lebih cerah, dan pakaian yang dikenakan jadi kelihatan pas.
Pengalaman ini dialami banyak orang dan menariknya hampir selalu terjadi di tempat yang sama, yakni ruang ganti.
Dalam platform TikTok Risyad and Son (17/1) menyebutkan beberapa alasan mengapa kita terlihat lebih keren saat bercermin di toko baju.
1. Cermin yang Dipakai di Ruang Ganti
Menurut video TikTok tersebut, cermin ini dijuluki the skinny mirror atau cermin pelangsing. Cermin yang diletakkan di ruang ganti diduga dipasang sedikit miring ke belakang.
Selain itu, kacanya memiliki lengkungan yang sangat halus sehingga dapat menciptakan ilusi optik. Orang yang bercermin akan terlihat lebih kurus dengan kaki tampak lebih jenjang.
Hal ini tentu membuat kita berpikir, “Wah, celana ini bikin saya terlihat kurus, harus beli.”
Lebih lanjut, beberapa cermin juga diduga diberi warna sedikit kecokelatan atau kekuningan. Tujuannya untuk memberikan efek kulit tampak bercahaya atau agar tidak terlihat pucat.
2. Pencahayaan Toko
Pencahayaan toko juga diatur sedemikian rupa agar kita terlihat lebih ganteng atau cantik.
Biasanya digunakan cahaya kuning hangat di sisi kiri dan kanan cermin untuk menghilangkan bayangan selulit yang kerap muncul di area paha dan kantung mata.
Cahaya kuning ini juga membantu menyamarkan noda pada kulit, sehingga ketika pulang ke rumah, pantulan di cermin tidak lagi secantik saat berada di toko.
3. Musik yang Dipilih
Di toko baju, musik turut menyumbangkan perannya. Musik yang diputar umumnya bertempo cepat dan cukup keras.
Hal ini membuat otak dibanjiri stimulus sehingga kita kesulitan berpikir terlalu lama. Ujung-ujungnya, membeli saja.
Tempo musik yang cepat juga mendorong kita bergerak dan memilih pakaian dengan lebih cepat, sehingga kemungkinan munculnya perilaku impulsive buying pun meningkat.
Baca Juga: Bunga Perbaiki Mood, Penguat Daya Ingat, dan Turunkan Stres
4. Tumpukan Baju yang Acak-acakan
Jika Anda pernah melihat tumpukan baju yang acak-acakan, biasanya di area diskon, hal tersebut diduga memang sengaja dibuat berantakan.
Kondisi ini membuat pengunjung tidak sungkan untuk melihat-lihat, sekaligus menjebak mereka dalam konsep yang disebut treasure hunt.
Ketika seseorang menemukan pakaian bagus di tengah tumpukan, muncul perasaan seperti menemukan harta karun.
Akibatnya, konsumen merasa pintar karena berhasil menemukannya dan terdorong untuk membeli. (*)
Editor : Miftahul Khair