PONTIANAK POST - Setiap manusia memiliki keunikan masing-masing, termasuk dalam cara tubuh bekerja dan merespons makanan.
Karena itulah, kebutuhan nutrisi setiap orang tidak bisa disamaratakan. Pola makan yang efektif bagi satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama bagi orang lain.
Melansir dari laman Kemenkes, pandangan ini dikenal dengan istilah bio-individuality, yaitu prinsip yang menekankan bahwa tidak ada satu metode diet atau pola makan yang cocok untuk semua orang.
Setiap tubuh memiliki reaksi berbeda terhadap jenis makanan tertentu. Bahkan, makanan yang menyehatkan bagi seseorang bisa saja menimbulkan gangguan kesehatan pada orang lain.
Penerapan diet berbasis bio-individuality dinilai dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mengatur berat badan secara lebih aman.
Dengan memilih makanan sesuai kebutuhan tubuh, seseorang tidak hanya fokus pada penurunan berat badan, tetapi juga memastikan asupan nutrisi dan energi tetap terpenuhi.
Berikut beberapa prinsip pola makan yang sejalan dengan konsep bio-individuality.
Baca Juga: Mau Cepat Langsing Tanpa Diet Ketat? Ini 3 Tips Sederhana yang Direkomendasikan Ahli
1. Perbanyak Konsumsi Sayur
Sayuran, terutama sayuran hijau berdaun gelap seperti bayam dan kale, dianjurkan untuk dikonsumsi lebih banyak.
Jenis sayuran ini kaya akan vitamin K, vitamin E, serta folat yang berperan penting dalam mencegah peradangan dan menjaga kesehatan tubuh.
Setiap orang dapat melakukan eksperimen sederhana untuk mengetahui respons tubuh, misalnya dengan membandingkan konsumsi sayur mentah dan sayur yang dimasak, lalu memperhatikan apakah tubuh terasa lebih segar dan berenergi.
2. Batasi Asupan Gula
Secara alami, tubuh manusia memiliki kecenderungan menyukai rasa manis. Namun, konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan penumpukan lemak dan berdampak buruk bagi kesehatan.
Oleh karena itu, pengurangan asupan gula, terutama gula tambahan dan pemanis buatan, sangat dianjurkan.
Penting pula untuk memahami perbedaan antara gula alami yang berasal dari buah dan sayur dengan gula tambahan yang banyak ditemukan dalam makanan olahan.
3. Pilih Lemak Sehat
Lemak merupakan bagian penting dari fungsi tubuh, tetapi tidak semua jenis lemak baik untuk dikonsumsi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa lemak trans dan lemak jenuh dapat memicu respons negatif dalam tubuh.
Untuk menjaga kebugaran, disarankan menghindari makanan yang mengandung lemak trans dan membatasi lemak jenuh, serta memilih sumber lemak sehat yang lebih ramah bagi tubuh.
4. Konsumsi Makanan Sesuai Kebutuhan Tubuh
Diet yang memberikan hasil instan pada orang lain belum tentu cocok untuk diri sendiri. Karena itu, penting untuk mengenali makanan apa saja yang membuat tubuh terasa sehat, bertenaga, dan nyaman.
Dengan mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuh, kesehatan dapat terjaga dengan lebih baik dan pengaturan berat badan menjadi lebih mudah.
Diet berbasis bio-individuality juga dinilai lebih aman karena menyesuaikan kondisi tubuh masing-masing individu.
Meski demikian, prinsip umum seperti membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak tetap perlu diterapkan dalam pola makan sehari-hari demi menjaga kesehatan jangka panjang. (*)
Editor : Miftahul Khair