PONTIANAK POST - Olahraga selama ini identik dengan upaya menjaga kebugaran tubuh. Namun, manfaat aktivitas fisik ternyata jauh melampaui urusan otot dan stamina.
Hal ini disampaikan oleh dr. Adam Prabata, yang mengulas keterkaitan olahraga dan kesehatan otak melalui unggahannya di X.
Menurut dr. Adam Prabata, berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa olahraga berperan signifikan dalam meningkatkan fungsi kognitif manusia. Manfaat tersebut mencakup peningkatan daya ingat, kemampuan fokus, hingga kecepatan berpikir.
Ia merujuk pada hasil meta-analisis terbaru yang merangkum puluhan studi, yang secara konsisten menemukan dampak positif olahraga terhadap kinerja otak.
Baca Juga: 7 Metode Langsing Ala Ade Rai, Tak Perlu Diet Ketat
“Penelitian terbaru tahun 2025 (meta-analisis dari 58 studi) menemukan bahwa olahraga ternyata punya manfaat besar dalam meningkatkan kemampuan kognitif, mulai dari daya ingat, fokus, hingga kecepatan berpikir. Kabar baik lainnya adalah manfaat ini paling terasa pada orang yang sudah berumur, tapi tentu aja juga bermanfaat buat semua usia,” tulisnya (13/2).
Temuan tersebut menunjukkan bahwa efek olahraga terhadap fungsi kognitif paling terasa pada kelompok usia lanjut. Meski demikian, manfaatnya tidak terbatas pada kelompok tertentu, karena aktivitas fisik tetap memberikan dampak positif bagi semua rentang usia.
Menariknya, hampir semua jenis olahraga disebut memiliki kontribusi bagi kesehatan otak. Latihan resistensi tidak hanya membantu memperkuat otot, tetapi juga mendukung fungsi mental.
Sementara itu, olahraga aerobik berperan meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen ke otak, yang penting untuk menjaga performa kognitif.
Selain itu, olahraga berbasis mind-body seperti yoga dan tai chi dinilai membantu menjaga konsentrasi serta ketenangan pikiran.
Baca Juga: Ade Rai Ungkap 10 Resolusi Sehat 2026: Rahasia Tubuh Bugar Sepanjang Tahun, Mudah Ditiru Semua Orang
Adapun latihan multi-komponen yang mengombinasikan beberapa jenis aktivitas fisik dianggap mampu memberikan manfaat yang lebih optimal bagi tubuh dan otak secara bersamaan.
Melalui penjelasan tersebut, dr. Adam Prabata menekankan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran fisik.
Lebih dari itu, olahraga dapat menjadi salah satu cara alami untuk menjaga kejernihan berpikir, memperkuat daya ingat, serta membantu menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Dengan kata lain, rutin bergerak tidak hanya berdampak pada tubuh yang lebih sehat, tetapi juga pada kualitas fungsi otak dalam jangka panjang.
“Intinya, olahraga itu bukan cuma bikin tubuh lebih fit, tapi juga bikin pikiran lebih jernih, daya ingat lebih kuat, dan mungkin bisa jadi salah satu cara alami untuk mencegah penurunan fungsi kognitif di masa tua. Jadi, masih mau skip olahraga?” pungkasnya. (*)
Editor : Miftahul Khair