Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sering Membandingkan Diri dan Merasa Gagal? Ini Pesan yang Bisa Mengubahmu

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:00 WIB

Ilustrasi gagal kemudian membandingkan diri dengan yang lain.
Ilustrasi gagal kemudian membandingkan diri dengan yang lain.

PONTIANAK POST - Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain disebut sebagai salah satu sumber utama ketidakbahagiaan, terutama di era media sosial.

Hal ini disampaikan Kalimasada dalam tayangan reflektif yang ditayangkan melalui kanal YouTube Malaka.

Menurut Kalimasada, setiap orang memiliki titik awal kehidupan yang berbeda-beda. Perbedaan latar belakang keluarga, kondisi sosial, jaringan, hingga privilege membuat perbandingan pencapaian menjadi tidak relevan dan cenderung merugikan diri sendiri.

“Tidak adil membandingkan diri yang baru mulai hari ini dengan orang yang sudah berproses bertahun-tahun,” ujarnya.

Baca Juga: Resolusi Tahun 2024 Gagal? Ini Ini 7 Penyebab dan Cara Menghindarinya di 2025

Ia menilai media sosial memperkuat ilusi kesuksesan instan. Dalam satu kali guliran layar, seseorang dapat melihat pencapaian orang lain tanpa mengetahui perjalanan panjang dan kegagalan yang telah mereka lalui.

Kalimasada juga menyoroti kecenderungan banyak orang yang menjadikan figur publik sebagai standar kesuksesan, seperti Denny Sumargo atau dr Tirta.

Menurutnya, mengidolakan boleh saja, tetapi menjadikan orang lain sebagai tolok ukur hidup justru mengaburkan potensi diri.

“Kekuatan terbesar manusia itu ada di pikirannya sendiri. Kalau kita terus membandingkan diri, kita hanya akan menjadi versi kedua dari orang lain,” kata Kalimasada.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan pencapaian orang lain sebagai motivasi, bukan tekanan.

Baca Juga: Mengapa Generasi Baby Boomers Masih Anggap Telat Menikah Sebagai Kegagalan Sosial di Era Modern?

Tolok ukur terbaik, menurutnya, adalah membandingkan diri hari ini dengan diri sendiri di masa lalu.

Pesan utama yang disampaikan Kalimasada adalah pentingnya menikmati proses hidup, tetap konsisten, dan terus bertumbuh.

Karena tujuan sejati bukanlah mengalahkan orang lain, melainkan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin. (*)

Editor : Miftahul Khair
#membandingkan diri #media sosial #merasa gagal #kesuksesan