PONTIANAK POST - Kesibukan sering dijadikan alasan utama untuk tidak berolahraga.
Namun dalam video terbaru kanal YouTube SB30Health, dijelaskan bahwa kesehatan metabolik tidak hanya ditentukan oleh waktu di gym, melainkan oleh pola gerak selama 24 jam penuh.
“Sehat itu bukan cuma soal apa yang kamu lakukan saat olahraga, tapi apa yang kamu lakukan selama kamu hidup seharian,” tegas dalam video tersebut.
Baca Juga: 5 Tanda Tubuh Anda Butuh Olahraga, Sering Lapar hingga Sulit Fokus
Baca Juga: Waktu Terbaik untuk Olahraga: Pagi, Siang, atau Malam? Ini Jawabannya Menurut Ahli
Strategi Pertama: VILPA
Strategi pertama adalah menerapkan VILPA, yaitu aktivitas fisik singkat yang meningkatkan detak jantung. Cukup melakukan aktivitas intens selama 1–2 menit, diulang beberapa kali hingga total 3–4 menit per hari.
“Kalau ada tangga, jangan naik lift. Joging naik tangga satu menit aja, tiga kali sehari, itu sudah cukup buat menyelamatkan jantung kamu.”
Lonjakan detak jantung yang singkat namun sering ini terbukti melatih elastisitas pembuluh darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Strategi Kedua: Soleus Push-Up
Bagi mereka yang benar-benar tidak bisa meninggalkan meja kerja, diperkenalkan cheat code berupa soleus push-up, yaitu teknik mengaktifkan otot betis bagian dalam saat duduk.
Teknik ini merujuk pada penelitian tahun 2022 oleh Mark Hamilton, yang menemukan bahwa aktivasi otot soleus dapat:
- Mengurangi lonjakan gula darah hingga 52 persen,
- Menurunkan kebutuhan insulin hingga 60 persen.
“Gerakan ini mungkin nggak kelihatan, tapi metabolisme kamu sedang kerja keras,” ungkap dalam YouTube itu.
Baca Juga: Olahraga Tak Membawa Hasil? Ini Tanda Anda Salah Pilih Jenisnya
Baca Juga: Kolesterol Tinggi? Ini Jenis Olahraga yang Ampuh Menurunkannya
Strategi Ketiga: NEAT
Strategi ketiga adalah meningkatkan NEAT (Non-Exercise Activity Thermogenesis), yaitu pembakaran kalori dari aktivitas non-olahraga seperti berdiri, berjalan ringan, dan berpindah posisi.
Konsep ini merujuk pada riset James Levine dari Mayo Clinic, yang menemukan bahwa orang dengan NEAT tinggi tetap kurus meski mengonsumsi kalori berlebih.
“Cuma pindah dari satu kursi ke kursi lain bisa bakar kalori 54 persen lebih banyak dibanding duduk diam.”
Tips praktisnya antara lain:
- Berdiri dan berjalan saat menerima telepon,
- Parkir kendaraan lebih jauh,
- Duduk di lantai atau sambil stretching saat menonton TV.
Pesan utamanya sederhana: jangan duduk diam terlalu lama. Gerak sedikit tapi sering jauh lebih baik daripada olahraga berat sesekali.
“Jangan pakai kesibukan sebagai alasan untuk tidak bergerak,” tutup video tersebut. (*)
Editor : Miftahul Khair