PONTIANAK POST - Grup WhatsApp mungkin awalnya terasa menyenangkan. Namun, seiring berjalannya waktu, notifikasi yang terus berdatangan, meme yang menumpuk, dan percakapan yang tidak relevan bisa membuat stres.
Bahkan, diskusi politik yang memanas atau lelucon tak pantas bisa membuat suasana semakin toksik.
Lalu, bagaimana cara menyikapinya? Dilansir dari Time Magazine, berikut tips keluar dari grup WhatsApp yang sudah tidak sehat.
1. Kenali Sumber Ketegangan
Ketegangan dalam grup WhatsApp sering kali muncul karena perbedaan pendapat atau perilaku tertentu yang menyinggung.
Cobalah untuk mengenali penyebabnya, apakah karena topik yang sensitif, atau ada anggota yang sering memicu konflik. Memahami penyebabnya bisa membantu menentukan langkah berikutnya.
2. Jaga Emosi dan Jangan Terbawa Perasaan
Jika menerima pesan dari grup justru membuat merasa tegang atau cemas, mungkin ini saatnya untuk mundur. Menanggapi pesan secara emosional hanya akan memperburuk situasi. Cobalah untuk tetap tenang dan jangan terbawa perasaan.
3. Mute Notifikasi Grup
Jika grup semakin mengganggu, bisa mematikan notifikasi sementara waktu. WhatsApp memungkinkan untuk mematikan notifikasi grup untuk jangka waktu tertentu.
Ini memberi ruang untuk merenung tanpa merasa terganggu oleh percakapan yang terus berkembang.
4. Keluar dari Grup jika Perlu
Jika suasana grup semakin tidak kondusif, bisa memilih untuk keluar. Jangan takut untuk mengundurkan diri, terutama jika grup itu sudah tidak lagi memberi manfaat. Anda berhak untuk menjaga kesehatan mental.
5. Ajak Diskusi jika Masih Ada Harapan
Jika merasa grup masih bisa diperbaiki, ajak anggota grup untuk berdiskusi terbuka. Terkadang, ketegangan muncul karena kurangnya pemahaman. Dengan berbicara jujur, bisa menciptakan suasana yang lebih nyaman dan mengurangi konflik.
6. Perhatikan Kapasitas Diri Sebelum Bergabung
Sebelum bergabung dengan grup WhatsApp, pastikan mengenali kapasitas diri. Apakah Anda punya cukup waktu untuk mengikuti percakapan grup?
Apakah tujuan grup itu sesuai dengan minat? Jika merasa tidak cocok, lebih baik untuk tidak bergabung daripada merasa tertekan.
7. Alternatif untuk Menghindari Keluar
Jika tidak ingin keluar secara langsung, bisa mencari cara untuk mengurangi keterlibatan tanpa harus membuat exit yang dramatis.
Misalnya, dengan mematikan notifikasi atau hanya membaca pesan-pesan penting. Anda juga bisa meminta teman dekat untuk memberi tahu Anda jika ada hal penting yang perlu diperhatikan.
8. Beri Penjelasan yang Bijak saat Keluar
Jika memutuskan untuk keluar dari grup, lakukan dengan cara yang elegan. Berikan alasan yang sopan, seperti: “Saya akan mundur sementara dari grup chat, semoga semuanya baik-baik saja.”
“Grup ini mulai terlalu banyak membahas politik, jadi saya akan mengurangi keterlibatan.”, ataupun “Saya mengurangi waktu menggunakan ponsel untuk kesehatan mental saya, jadi saya mundur dari grup ini.” (*/uni)
Editor : Chairunnisya