Lima Tanda Sudah Saatnya Sepatu Jalan Tidak Lagi Digunakan

Chairunnisya • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 17:45 WIB
Ilustrasi pemilik sepatu usang (FREEPIK)
Ilustrasi pemilik sepatu usang (FREEPIK)

PONTIANAKPOST--Pasti terasa nyaman mengenakan sepatu favorit saat berjalan ataupun beraktivitas. Namun, perlu diingat bahwa sepatu tidak bisa digunakan selamanya. Seiring waktu, sepatu akan aus dan Anda berisiko mengalami berbagai masalah kaki di kemudian hari.

Lalu, bagaimana cara mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memensiunkan sepatu lama? Berikut lima tanda bahwa sudah saatnya sepatu jalan Anda diganti.

1. Sepatu Bisa Menekuk di Bagian yang Tidak Seharusnya

Memang terasa lebih mudah memakai sepatu yang lentur, tetapi bukan berarti sepatu yang terlalu lemas itu baik untuk kesehatan. Menurut Samantha Landau, DPM, ahli kaki dari New York College of Podiatric Medicine, jika sepatu jalan menekuk di bagian tengah kaki (bukan di bagian depan), itu tandanya sepatu harus segera diganti.

"Jika bagian tengah sepatu mulai bisa menekuk, maka sepatu tersebut sudah tidak layak pakai," ingat Landau dikutip dari Best Life.

Baca Juga: Kisah Sukses Perajin Sepatu Kulit Pontianak: Natalia Bikin Sepatu Kombinasi Kapuak dan Kulit Sapi

Sandeep Singh, MD, ahli bedah ortopedi di ClinicSpots, menambahkan bahwa hal ini menandakan midsole (sol tengah) sepatu sudah kehilangan kepadatan.

"Untuk menguji midsole, coba pelintir sepatu dari tumit ke ujung jari. Jika sepatu menekuk dengan sangat mudah atau berlebihan, berarti integritas dan stabilitas midsole-nya sudah hilang. "Saat midsole sudah kempis, sepatu kehilangan daya pantulnya, yang pada akhirnya memengaruhi kenyamanan dan performa Anda," ujar Singh

2. Bantalan Terasa Lebih Tepos atau Keras

Integritas struktur sepatu juga bisa rusak dari bagian dalam. Mauricio Garcia, MD, ahli bedah ortopedi dari Hyper Arch Motion, menyarankan agar memperhatikan apakah bantalan di dalam sepatu terasa lebih rata atau kurang empuk seiring waktu. Bantalan yang mulai tipis gagal meredam benturan di setiap langkah dengan baik.

"Ini menyebabkan tekanan berlebih pada kaki dan bisa memicu rasa tidak nyaman, kelelahan, hingga masalah struktur kaki yang serius," kata Garcia.

Baca Juga: Mengenal Bone Stress, Cedera Tulang yang Mengintai Pelari di Era Sepatu Karbon

Josh Weight, seorang fisioterapis dan direktur Gravity Physio, menjelaskan secara sederhana: sepatu jalan seharusnya membuat merasa seperti sedang "berjalan di atas marshmallow yang empuk."

"Jika Anda merasa seperti sedang berjalan di atas semen, itu adalah tanda jelas bahwa sepatu Anda telah kehilangan daya redamnya," katanya.

 

3. Ukuran Terasa Tidak Pas Lagi

Banyak orang tidak menyadari bahwa ukuran kaki bisa berubah seiring bertambahnya usia. Hal ini diungkapkan oleh Cameron Bennet, pemilik My Family Podiatry. Sepatu yang dulunya sangat pas mungkin kini sudah tidak cocok lagi," ujar Bennet.

Memakai sepatu dengan ukuran yang salah dapat menyebabkan lecet, kapalan, mata ikan, hingga kuku cantengan. Selain itu, hal ini bisa mengubah cara berjalan, yang memicu masalah pada pergelangan kaki, lutut, pinggul, hingga punggung.

Untuk mengeceknya, Singh menyarankan untuk memakai sepatu dan berjalanlah selama beberapa menit. Harus merasa aman dan nyaman, dengan ruang yang cukup bagi jari kaki untuk bergerak dan tumit tetap stabil di posisinya.

Baca Juga: Nggak Perlu ke Laundry! Ini Rahasia Membersihkan Sepatu Agar Kembali Kinclong dan Awet 

4. Sol Sepatu Aus Secara Tidak Merata

Sol bagian bawah sepatu pasti akan menipis seiring waktu. Namun, jika ausnya tidak merata, Garcia menyebut itu sebagai "lampu merah" yang besar.

"Pola aus yang tidak biasa, terutama jika hanya terjadi di satu area spesifik pada sol, adalah indikator kuat bahwa penyangga dan keselarasan (alignment) sepatu telah rusak," jelasnya.

 5. Terlihat Kerusakan Fisik yang Jelas

Sepatu jalan biasanya dianggap "habis masa pakainya" setelah digunakan sejauh 480 hingga 800 kilometer (300-500 mil). Demikian menurut Bruce Pinker, DPM, ahli bedah kaki bersertifikat. Namun jika Anda tidak menghitung jarak tempuh, perhatikan saja kondisi fisiknya.

Periksa bagian heel counter (bagian belakang sepatu yang menopang tumit). Jika bagian ini sudah aus atau rusak, hal itu dapat menyebabkan gesekan dan iritasi pada tumit. (*)

Editor : Chairunnisya
Sumber : best life
kesehatan kaki cedera kaki ukuran sepatu kapalan kaki sepatu