Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Rahasia Menjaga Estetika Bentuk Bonsai Konsisten dan Tetap Cantik

Chairunnisya • Selasa, 14 April 2026 | 17:40 WIB
Pemangkasan ujung daun agar bonsai tidak melebar atau menjadi gondrong. (JAWAPOS)
Pemangkasan ujung daun agar bonsai tidak melebar atau menjadi gondrong. (JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Menikmati keindahan pohon dalam versi mini adalah kepuasan tersendiri. Namun, mempertahankan bentuk indahnya bukan perkara mudah. Banyak pemilik bonsai yang merasa tak berdaya ketika pohon kesayangan mereka berubah bentuk, tumbuh liar, atau menjadi terlalu rimbun.

Founder Pohon Mungil, Sujud Sukur, , membagikan tiga kunci utama untuk menjaga konsistensi bentuk bonsai: trimming (pemangkasan), pengawatan, dan perawatan akar. 

Rutin Trimming untuk Siluet yang Rapi

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah trimming atau pemangkasan ujung daun secara rutin. Tindakan ini krusial untuk mempertahankan siluet bonsai agar tidak melebar atau terlihat "gondrong".

Baca Juga: Bonsai Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

"Frekuensi pemangkasan bergantung pada tingkat kesuburan. Pohon yang daunnya cepat tumbuh butuh trimming sebulan sekali," ujar Sujud dikutip dari Jawapos.

Namun, ia mengingatkan agar pemilik tidak asal pangkas. "Ada tekniknya. Pemilik harus tahu bagian mana yang perlu dipangkas agar tidak mengganggu kesehatan pohon."

Teknik Pengawatan: Mengarahkan, Bukan Sekadar Melilit

Selain pemangkasan, teknik pengawatan (wiring) berperan besar dalam menjaga arah pertumbuhan. Pengawatan dilakukan untuk mengarahkan ranting agar menyerupai miniatur pohon di alam liar.

Baca Juga: Edi Harap Ada Taman Bonsai di Pontianak

"Tidak boleh asal meluntir, harus ada arahnya. Jika arahnya ngawur, akan berpengaruh ke titik tumbuhnya nanti," tegas Sujud.

Ia juga menyarankan agar pengawatan dilakukan saat ranting sudah berukuran cukup besar (minimal panjang 20 cm) dan bukan lagi berupa tunas muda.

Satu hal yang sering terlupakan: kawat harus segera dilepas saat mulai "tenggelam" ke dalam kulit ranting. Jika terlambat, kawat akan meninggalkan bekas luka permanen berupa jeratan yang merusak estetika.

Baca Juga: 5 Jenis Tanaman Hias yang Bermanfaat untuk Taman Anda

Sinar Matahari dan Air: Nyawa Bagi Bonsai

Faktor lingkungan seperti cahaya matahari sangat mempengaruhi stabilitas bentuk. Sujud menekankan pentingnya paparan sinar matahari langsung (full sun). Bonsai yang hanya mendapatkan pantulan cahaya biasanya tidak akan secerah dan sekuat pohon yang terkena sinar matahari penuh.

Selain itu, air adalah elemen vital. "Bonsai itu komposisinya 90 persen air dan 10 persen matahari," jelasnya. Tanpa kelembapan yang cukup, pertumbuhan akan terganggu dan bentuk artistiknya mudah berubah.

Solusi Restorasi: Jangan Takut Berkorban

Bagaimana jika bonsai sudah terlanjur "rusak" atau berubah bentuk? Sujud menyarankan langkah restorasi melalui pruning total atau penggundulan daun.

Baca Juga: Dampak Kemarau, Tanaman Hias Banyak Mati

"Langkah awalnya dimulai dari penggundulan daun. Setelah itu, struktur ranting akan terlihat jelas, sehingga pemilik bisa mulai melakukan pengawatan kembali sebelum mengganti media tanam dan memberi nutrisi baru," tambahnya.

Bagi pemula yang sering merasa takut memotong dahan, Sujud memberikan pesan tegas, "Bonsai itu harus berani berkorban."

Jika dahan tidak terpakai, harus berani dipangkas. Tanpa kontrol yang tegas, jenis seperti Premna microphylla dan Waru akan sangat cepat kehilangan bentuk aslinya.

Sebagai penutup, ia menganjurkan rutinitas harian berupa penyiraman dua kali sehari dan perawatan mingguan melalui pemupukan intensif agar bonsai tetap prima. (*)

Editor : Chairunnisya
#bonsai #hobi #tanaman hias #kebun #tanaman