PONTIANAK POST - Sekilas, penampilannya tidak menyerupai lele pada umumnya. Dengan sirip punggung tegak yang mencolok dan motif polkadot hitam di atas tubuh putih, ikan ini justru lebih mirip miniatur hiu yang sedang menjelajah samudra. Inilah Synodontis petricola, ikan endemik asal Danau Tanganyika, Afrika, yang kini menjadi buruan para kolektor.
Dwi Yulianto, pemilik Fishoholic sekaligus penghobi ikan endemik Afrika, berbagi alasan mengapa ikan ini sangat layak menghuni akuarium Anda.
Si Kerdil yang Berumur Panjang
Berbeda dengan kerabat synodontis lainnya, petricola adalah varian yang paling mungil.
"Maksimal panjangnya hanya 12 sentimeter," ujar Dwi dikutip dari Jawapos.
Meski mungil, ikan ini memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa tangguh. Jika dirawat dengan benar, mereka bisa menemani pemiliknya hingga 10 tahun.
Baca Juga: Ikan Hias Bernilai Ekonomis, Corak Unik di Tubuh Channa
Karakter Kalem tapi Lincah
Ikan ini dikenal memiliki kepribadian yang unik. Di satu sisi mereka adalah penghuni arus bawah yang kalem dan tidak agresif, sehingga aman dicampur dengan jenis ikan lain. Namun, di sisi lain, gaya berenangnya sangat lincah dan atraktif. "Karakter itu yang membuat suasana akuarium jadi hidup," tambahnya.
Penghuni Aquascape yang Langka
Karena pertumbuhannya yang lambat dan ukurannya yang tetap kecil, petricola menjadi pilihan favorit untuk pengisi aquascape. Sayangnya, mendapatkan ikan ini bukan perkara mudah. "Harganya terjangkau, sekitar Rp 80 ribu untuk ukuran 8 sentimeter, tapi barangnya langka di pasaran. Tidak banyak yang jual," ungkap Dwi.
Baca Juga: Awalnya untuk Konsumsi, Kini Digandrungi Sebagai Ikan Hias
Perawatan Tanpa Ribet
Sebagai ikan omnivora, petricola tidak pilih-pilih makanan. Mereka melahap pelet dengan baik, namun Dwi menyarankan sesekali memberikan cacing sebagai variasi nutrisi.
Karena sifat aslinya yang nokturnal dan sedikit pemalu, Dwi membagikan tips agar ikan ini merasa nyaman. Pertama, ikan ini hidup bergerombol sehingga sebaiknya pelihara lebih dari satu ekor karena mereka suka berkelompok. Kedua, sediakan tempat sembunyi. Berikan dekorasi berupa bebatuan atau kayu di dasar akuarium sebagai tempat bernaung. Ketiga, jangan lupa menciptakan rasa aman. Jika sudah merasa nyaman dengan lingkungannya, ikan ini tak ragu untuk muncul dan aktif bermain pada siang hari. (*)
Editor : Chairunnisya